Sunday, 15 September 2019

Rumah Ditinggal Mudik, Waspadai Kebakaran

Sabtu, 19 Juli 2014 — 22:47 WIB
iluswas

JAKARTA (Pos Kota) – Kebakaran masih menjadi momok bagi warga, terutama yang tinggal di permukiman padat. Pemilik rumah diimbau waspada terutama bagi yang akan mudik Lebaran.

”Pengalaman tahun lalu, pada bulan puasa dan Lebaran, terlebih saat musim kemarau, kebakaran masih banyak terjadi. Warga harus mengantisipasi agar kejadian tidak terulang, terutama bagi mereka  yang hendak mudik,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penagulangan Bencana (Damkar PB) DKI Jakarta, Subedjo, Sabtu (19/7).

Warga yang akan meninggalkan rumah dalam keadaan kosong bisa menitipkan ke tetangga atau kerabat. “Dengan demikian, ada orang yang mengontrol kondisi rumah, termasuk jika ada kejadian yang berpotensi menyebabkan kebakaran. Hidupkan lampu seperlunya,” ucapnya.

Kebakaran akibat hubungan pendek arus listrik masih mendominasi. ”Sekitar 60-70 persen kejadian disebabkan karena hubungan pendek arus listrik,” kata Sebedjo.

Mengurangi potensi kebakaran, peralatan listrik sebaiknya tidak dihubungkan dengan arus listrik saat tidak digunakan atau jika rumah ditinggal pergi. Regulator gas juga sebaiknya dicopot.

Dia mengatakan, sejak Januari hingga pertengahan Juli ini, sekitar 440 kasus kebakaran terjadi di seluruh wilayah Jakarta.
AUDIT MENYELURUH

Sementara itu, H. Triwitjaksana, Wakil Ketua DPRD DKI,  meminta agar Damkar PB DKI Jakarta harus berupaya menekan angka daerah rawan kebakaran. Sebab, hingga kini  masih tercatat  53 titik rawan kebakaran di Jakarta.

“Bila memang faktor aliran pendek arus listrik, maka Damkar PB harus bekerjasama dengan PLN membenahinya. Harus dilakukan audit menyeluruh menyangkut masalah tersebut,” ucapnya. (john)