Saturday, 25 May 2019

PNS Bolos Usai Lebaran Dikenakan Sanksi

Senin, 21 Juli 2014 — 16:44 WIB

BOGOR (Pos Kota) – PNS di lingkungan Pemkot dan Pemkab Bogor diwanti-wanti untuk tidak menambah libur pasca Idul Fitri 1453 Hijriah. Bagi PNS yang terlambat atau bolos pada saat masuk kerja pertama setelah libur dan cuti bersama Lebaran muali 26 Juli-3 Agustus bakal dikenakan sanksi.

Sekdakot Bogor Ade Syarifr  mengancam akan mengenakan sanksi hingga penundaan kenaikan pangkat bagai  PNS yang menambah libur. “Libur dan cuti bersama sudah ditetepkan selama sepekan. Saya ingatkan, tidak ada PNS yang boleh menambah libur, kecuali sakit, izin atau cuti tahunan,” tegas Ade Syarif, Senin (21/7).

Bagi, PNS yang terlambaat apalagi bolos  pada hari pertama masuk kerja 3 Agustus mendatang bakal dikenakan sanksi sesuai Peraturan Pemerintah No 53 Tahun 2010 tentang Peraturan Disiplin PNS. “Kalau perlu kita tunda kenaikan pangkatnya,” katanya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pejabat pemkot juga akan melakukan sidak pada hari pertama masuk kantor. “Tahun ini, saya  bersama walkota dan wakil walikota juga akan turun tangan,” ujarnya.

Sanksi serupa bakal dijatuhkan kepada PNS di lingkungan Pemkab Bogor. “Kalau banyak PNS yang bolos, nanti siapa yang akan melayani masyarakat. Sebab itu kita akan beri sanksi. Nanti kita kordinasikan  dengan kepala dinas dari yang bersangkutan,” ujar Aty Gumati, Kepala Badan Kepegawaian dan Pendidikan dan  Pelatihan (BKPP)  Kabupaten Bogor.

Dia mengingatkan ada aturan bagi PNS sebagai abdi masyarakat yang mengikat kehadiran dan jam kerja.  “Ada aturan jam kerja yang harus dipatuhi PNS. Sebab itu  mereka harus  masuk kerja setelah libur tahun baru.” Tambahnya.

Bagi PNS yang mangkir tanpa keterangan jelas, sudah pasti  diberikan sanksi. “Misalnya pengurangan insentif. Tapi akan ada langkah lainnya yang dilakukan untuk mendisiplinkan PNS yang mangkir, seperti pembinaan” katanya. (iwan/yo)

Foto: Istimewa