Saturday, 24 August 2019

DPRD DKI Terus Sorot Penyerapan Anggaran Yang Rendah

Selasa, 22 Juli 2014 — 8:38 WIB
Foto- Ilustrasi

Foto- Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Kalangan DPRD DKI terus menyoroti penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2014 yang masih sangat rendah yaitu hanya mencapai 8,99 persen.
Menurut Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahterah (PKS) DPRD DKI, Nasrullah  penyerapan ini lebih rendah dari tahun 2013.

Dia membandingkan penyerapan semester I pada 2013 relatif lebih baik meski pada akhirnya hanya mampu merealisasikan penyerapan anggaran sebesar 83 persen. Padahal pada tahun lalu, Pemprov DKI menargetkan penyerapan sebesar 97 persen.

“Kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di DKI Jakarta sangat lamban. Jangan sampai ide-ide besar Plt Gubernur terhambat oleh kemampuan SKPD dalam melaksanakan kegiatan pembangunan. Bagaimana program-program besar untuk mewujudkan Jakarta Baru dapat terwujud jika penyerapan anggaran masih sangat rendah,”  kata Nasrullah dalam Rapat Paripurna DPRD DKI tentang Penyampaian Pemandangan Umum Fraksi tentang Raperda APBD Perubahan DKI 2014 di Gedung DPRD DKI, Jakarta, Senin (21/7).

Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD DKI, Matnoor Tindoan mengungkapkan kinerja APBD DKI 2014 lebih buruk daripada kinerja APBD DKI tahun 2013.

“Melihat APBD DKI 2014, Fraksi PPP sangat pesimis terhadap pelaksanaan dan kinerja anggaran pada semua SKPD. Baik yang menyangkut pendapatan maupun belanja daerah,” kata Matnoor.

Dalam kajian Fraksi PPP, lanjutnya, pelaksanaan kinerja APBD DKI 2014 merupakan kondisi yang paling buruk dalam 10 tahun terakhir ini.

Hal itu tercermin dari kemampuan eksekutif dalam mengejar target pendapatan daerah yang baru mencapai 20,62 perse  atau sebesar Rp13,34 triliun dari target sebesar Rp64,56 triliun. Begitu juga dengan penyerapan belanja daerah yang baru tercapai 8,99 persen atau hanya sekitar Rp5,83 triliun.(Guruh)