Monday, 27 May 2019

Menyatakan Menarik Diri, Prabowo Tolak Hasil Pilpres

Selasa, 22 Juli 2014 — 14:52 WIB
prabowotengah

JAKARTA (Pos Kota) – Capres nomor 1 Prabowo Subianto menyatakan, menolak keseluruhan hasil Pemilihan Presiden (Presiden) 2014 yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Prabowo menilai KPU bertindak tidak adil dan jujur dalam pelaksanaan Pilpres 2014 yang digelar pada 9 Juli lalu.

“Kami Prabowo Subianto menolak dengan tegas seluruh hasil pilpres karena banyak kecurangan yang dilakukan secara masif, terstruktur dan terorganisir. Rekomendasi Bawaslu tidak pernah dijalankan oleh KPU,” kata Prabowo.

Pernyataan sikap Prabowo tersebut dilakukan di markas pemenangan Rumah Polonia, Jakarta Timur. Prabowo didampingi semua elite parpol koalisi, tanpa cawapres Hatta Rajasa.

Prabowo menegaskan mengikuti proses demokrasi dengan penuh penghormatan terhadap kedaulatan rakyat. “Menghormati bahwa rakyat Indonesia lah yang harus memiliki kekuasaan dan menentukan nasibnya sendiri,” kata Prabowo, Selasa (22/7) siang.

Saat memberikan pernyataannya Prabowo didampingi Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie, Sekjen PAN Taufik Kurniawan, Waketum PD Max Sopacua, Waketum Gerindra Fadli Zon, Ketua Wantim Golkar Akbar Tandjung, Ketua Umum PPP Suryadharma Ali, dan sejumlah elite parpol anggota koalisi merah-putih lainnya. Tak tampak Hatta Rajasa dalam pidato politik ini.

Prabowo mengeluhkan sejumlah kejanggalan di pilpres. “Kalau di TPS yang berhak memilih 300 orang tapi yang datang 800 orang itu berarti tidak jujur dan tidak bersih. Kalau ada pejabat yang mencoblos puluhan dan ratusan surat suara itu tidak demokratis,” ujar Prabowo.

Prabowo menuturkan tim hukumnya telah melaporkan kecurangan yang luar biasa. Prabowo akan proses tersebut. “Pemilu tidak demokratis dan bertentangan dengan UUD 1945. Sebagai pelaksana Pemilu KPU tidak adil dan tidak terbuka,” tandasnya.

“Karena itu, sesuai dengan pasal 1 ayat 2 dan 3 UU Pemilu, maka kami menyatakan menolak hasil Pilpres 2014 ini. Kepada seluruh pendukung Prabowo-Hatta kami imbau agar tidak melakukan tindakan kekerasan, tapi serahkan semua pada konstitusi.” (tiyo)

Foto: Istimewa

  • ricky

    biasanya sih yang pakai cara2 gak halal tidak diridhoi Allah SWT.:D

  • Arlena Alvandani Markasan II

    Semua warga Indonesia mendukung pemilu bersih, tanpa boleh ditawar-tawar. Karena itu, temuan yang terkait dengan berbagai pelanggaran pemilu harus ditindaklanjuti. jika KPU tdk mnindaklanjuti kecurangan2 yg ada, dmn letak keadilan nya? Kami siap kalah dan siap menang dg terhormat dg cara” yg demokratis, bkn krn di curangi.

  • grace

    Pemilu damai itu bukan berarti menerima kecurangan yg mencederai demokrasi. Tetap berjuang tolak kedzaliman dgn kebaikan itu lebih mulia.

  • Satria Nugraha

    berharap agar KPU dapat independen dalam menjalankan tugasnya, serta berharap kedua calon presiden berbesar hati menerima kemenangan dan kekalahan. ini semua disebabkan karena KPU yg tidak netral dan cacat hukum karena pilpres 2014 tidak berjaaln dengna demokratis

  • Samuel Riadi

    Prabowo menyatakan siap kalah dan menang. Tentunya dengan cara terhormat tanpa kecurangan.

  • Rahmat Wibowo

    karena memang KPU tidak bisa berlaku netral dan masih banyak kecurangan-kecurangan yang terjadi, banyak masalah yang dilaporkan tetapi dari KPU tidak ada solusi