Thursday, 24 May 2018

Panglima TNI Tidak Ingin

`Pasukan TNI Turun Berarti Negara Krisis`

Selasa, 22 Juli 2014 — 11:14 WIB
Panglima TNI Evaluasi Pengamanan Pilpres 2014-330

JAKARTA (Pos Kota) – Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko, menyatakan tidak menginginkan prajuritnya diturunkan, karena bila diturunkan maka berarti negara dalam kondisi krisis. Hal itu dikemukakan Jenderal TNI Moeldoko saat memimpin apel siaga di Markas TNI AD, Jakarta Pusat, Selasa (22/7/2014).

Menurut Panglima TNI, sebanyak 1.260 personel Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) siap apabila dibutuhkan untuk membantu pengamanan pilpres. Namun saat ini pada posisi siaga I sesuai dengan kondisi dan perkembangan di lapangan.

“Sekarang di depan saya berdiri pasukan cadangan terpusat. Saya tidak ingin kalian diturunkan. Kalau kalian diturunkan maka negara dalam kondisi krisis,” kata Moeldoko saat apel siaga dalam rangka pengamanan Pilpres 2014.

Pasukan PPRC ini terdiri dari atas pasukan khusus dari tiga matra TNI, yaitu Kopassus TNI AD, Paskhas TNI AU, dan Marinir TNI AL. Pasukan ini nantinya bergerak dibawah komando Divisi II Kostrad TNI AD.

Moeldoko menambahkan, pasukan saat ini berada dalam kondisi siaga 1. “Siaga 1 itu seperti karet. Jika kondisi tidak baik maka saya akan minta seluruh pasukan dalam kondisi siaga tertinggi dan siap sewaktu-waktu. Tapi kalau kondisi menurun, maka status siaga 1 dapat diturunkan menjadi siaga 2 hingga siaga 3,” ucap Moeldoko.

(syamsir)