Sunday, 23 September 2018

Pemudik Meningkat, Bengkel Laris

Kamis, 24 Juli 2014 — 22:27 WIB
Bengkel laris-n

JAKARTA (Pos Kota) – Memasuki musim mudik Lebaran 2014, sejumlah bengkel sepeda motor dan mobil di Jakarta dan sekitarnya kebanjiran konsumen yang ingin dilayani jasa servis pada kendaraanya. Permintaan servis meningkat hingga 50 pesen atau dua kali lipat dibandingkan hari biasa.

Salah satunya, bengkel “Reza-Motor” di kawasan Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (24/7). Sejak pagi, bengkel itu terus didatangi kebanyakan pesepeda motor yang akan berencana pulang ke kampung halamannya dengan menggunakan motor.

“Sejak buka tadi pagi yang mau servis motor penuh terus. Ini sudah biasa kalau mau mudik Lebaran banyak motor yang diperbaiki,” ujar Reza, 41, pemilik bengkel, kemarin.

Ia menambahkan, peningkatan konsumen signifikan terasa sejak pekan lalu. Bila biasanya rata-rata hanya menggarap 10 sampai 15 unit per hari, tapi belakangan sudah mulai nambah hinga 20 sampai 30 unit kendaraan untuk diservis.

“Sampai mekanik saya kewalahan melayani servis. Tetapi pelayanan tetap kami utamakan jangan sampai konsumen kecewa,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Lae, montir bengkel motor “Palado Motor” di Jalan Raya Pondok Gede, Makasar, Jakarta Timur. Diakuinya, peningkatan permintaan servis rutin motor mulai terasa saat memasuki pekan ketiga Ramadan.

“Sejak pertengahan pekan kemarin, banyak pelanggan yang minta ganti oli hingga servis besar,” ucapnya. “Waktu istirahat saya juga jadi berkurang,” sambungnya.

Ia menambahkan, meski ada peningkatan permintaan servis bosnya tidak menaikkan harga jasa servis sepeda motor. Malahan, akan meningkatkan pelayanan dengan berencana membuka bengkelnya lebih lama. Bila biasanya pukul 16.00 mereka sudah tutup, sekarang-sekarang ini mereka buka hingga pukul 20.00 atau sampai pelanggannya terlayani semua.

“Kadang tergantung bos juga. Harga servisnya pun masih sama, untuk motor bebek servis ringannya Rp43 ribu, servis berat atau lengkap Rp53 ribu. Sedangkan untuk motor matik, servisnya Rp45 ribu sampai Rp55 ribu. Sementara ganti oli rata-rata Rp32 ribu sampai Rp38 ribu, dan ganti rantai Rp160 ribu sudah termasuk pemasangan,” paparnya.

Pria asal Medan ini memaparkan, tidak hanya melakukan servis dan mengganti oli sepeda motor pelanggannya namun ada pula yang meminta untuk mengganti suku cadang atau onderdil yang dinilai kurang aman untuk digunakan mudik. “Permintaannya macam-macam, selain servis dan ganti oli, ada juga yang minta dicek remnya, bannya, accu, kabel gas, rantai, gear, sampai pembersihan karburator dan filter udara,” imbuhnya.

Arief, 36, salah seorang konsumen, mengaku melakukan servis di bengkel itu karena sepeda motornya harus siap berangkat kampung halamannya di Ngawi, Jawa Timur. “Saya siap menempuhnya dengan motor saya,” kata pemilik Suzuki Shogun itu.

Tak hanya bengkel sepeda motor, bengkel mobil di Jalan Dewi Sartika, Jakarta Timur, juga terlihat kebanjiran order. Nena, 28, bagian informasi mengakui adanya peningkatan jumlah konsumen yang datang ke bengkelnya dibandingkan hari-hari biasa.

“Kalau hari biasa yang datang perhari mencapai 10 mobil, namun selama Ramadan bisa 20 lebih yang kesini,” ungkapnya.

Selain melakukan servis berkala, menurutnya ada juga konsumen yang mengganti onderdil mobil yang sudah rusak atau mendekati kerusakan. “Sama petugas kami diberitahukan jika memang harus ada pergantian onderdil. Tapi rata-rata sih pengecekan untuk persiapan mudik seperti ganti oli, tune up, dan mengecek rem,” tutupnya. (yulian/d)

 

FOTO: Bengkel Palado Motor di Jalan Raya Pondok Gede, Makasar, Jakarta Timur, Kamis (24/7), dipenuhi sepeda motor yang akan digunakan mudik pemiliknya. (yulian)