Tuesday, 24 April 2018

Siapa pun yang Jadi Presiden, Jalur Mudik Tetap Macet Cet!

Kamis, 24 Juli 2014 — 6:16 WIB
Goen-24Jul

TERJEBAK macet di jalur mudik, adalah problem tahunan yang tak pernah bisa diatasi. Setiap Lebaran hal itu selalu terjadi, tapi orang justru sangat “menikmati”, karena itu bagian dari perjuangan untuk ketemu keluarga di kampung halaman. Pemerintah, dari Kementrian Perhubungan sampai Pekerjaan Umum, berusaha mengatasi, tapi selalu hadir tiap tahun. Walhasil, siapapun yang jadi presiden jalur mudik  yang “macet-cet” akan selalu ada.

Macet di jalan raya, sebetulnya indikasi sebuah kemakmuran. Soalnya hampir semua orang kini memiliki kendaraan roda dua, dari yang luks hingga sekedar model roti tawar (minibus). Jika ekonominya tidak makmur, mana mungkin berani pelihara mobil, entah itu beli tunai atau sekedar cicilan lewat leasing. Bandingkan dengan Lebaran tahun 1960-1970-an, jalur mudik belum kena macet karena belum banyak orang punya mobil.

Goen-24Jul-475

Ketika Orde Baru berhasil menggeliatkan ekonomi anak negeri, sejak itu banyak orang mudik dengan kendaraan pribadi. Niat utamanya sih silaturahmi dan halal bihalal dengan keluarga di kampung. Tapi di sisi lain juga sekalian pamer sukses bahwa di rantau sudah berhasil jadi orang.

Tapi inilah celakanya orang Indonesia. Mahir cari duit, tapi tidak pintar dalam berdisiplin di jalan raya. Bawa kendaraan di jalur mudik, berlagak seperti raja jalanan. Jalur kanan yang mustinya untuk kendaraan dari arah berlawanan, diambilnya juga. Jadilah kendaraan adu kepala, macet pun terjadi.

Di samping buruknya disiplin pengendara, juga kondisi jalan yang jelek di sana-sini. Lebih-lebih menjelang Lebaran 1435 H ini, Lebaran masih kurang seminggu Jembatan Comal ambles. Sopir-sopir truk pun ngamuk karena seminggu terkungkung dalam macet. Sebetulnya Kementrian Perhubungan dan Kementrian PU juga selalu berusaha mengikis simpul-simpul kemacetan itu, tapi tak pernah berhasil permanen.

Bagaimana dengan presiden baru kita? Mana mungkin memikirkan kemacetan temporer seperti itu. Kemacetan permanen di Ibukota saja belum berhasil diatasi Jokowi selama hampir 2 tahun jadi Gubernur. Oleh karena itu, siapa pun presidennya, baik itu SBY maupun Jokowi nanti, kemacetan di jalur mudik akan tetap abadi. – gunarso ts

  • rengga irawan

    ya iyalah…bukan presiden atau polisinya…yg jelas pengendaranya yg gak sabaran…apalagi ketmu angkutan umum..

  • untung

    pemerataan pembangunan ,masa cari hidup dr Surabaya ke dki ?nah setiap kota hrs sama ,minimal propinsi ,se ramai ramainya dki mudik paling jauh Bdg ,dst ,pasti tdk terlalu macet jadinya,org2 Cilacap se-jauh2nya cari kerja demikian juga dlm jarak,kini pelabuhan ekspor atau antar pulau cuma ada di beberapa tempat