Thursday, 15 November 2018

Dengar Suami Punya WIL Istri Mau Terjun ke Kali

Senin, 4 Agustus 2014 — 8:13 WIB
nahdiabun

HEBAT juga Ramidi, 30, sebagai kepala rumahtangga. Baru setahun membina rumahtangga, sudah ada kabar punya WIL. Tapi saat istri hendak mematai-matai, Sarini, 27, malah dimarah-marahi di depan publik. Saking malunya jadi tontonan orang, Sahrini nekad mau terjun ke kali, untung berhasil dicegah para relawan.

Dalam rangka membentuk keluarga sakinah penuh berkah, keluarga itu harus bebas dari isyu perselingkuhan. Bila salah satu dari mereka punya PIL maupun WIL, bisa dipastikan bahwa rumahtangga tersebut sedang bermasalah. Pasangan itu pasti lupa akan khotbah nikah Pak Penghulu saat menikahkan mereka. “Suami-istri boleh padu, tapi dalam arti sikil papat diedu,” kata Pak Penghulu.

Nah, pasangan Ramidi – Sarini dari  Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep (Madura), benar-benar padu dalam arti berantem dalam keluarga. Masalahnya ya itu tadi, bukan persoalan ekonomi, tapi pengkhianatan komitmen pada rumahtangga. Katanya mau jujur dan terbuka pada pasangannya, eh…..ternyata Ramidi malah punya WIL di daerah entah berentah. Istri cap apa yang tak nyap-nyap jadinya?

Disebut “entah berentah”, karena sumber isyu tersebut tidak jelas. Tahu-tahu Sarini diberi tahu sejumlah orang bahwa harus tingkatkan kewaspadaan nasional, karena suamimu masuk jaringan STSSI yang berarti: Suami Tidak Setia Sama Istri. Bayangkan, kasus ISIS saja Menag jadi tidak isis (baca: nyaman), kok masih direcoki soal STSSI segala.

Bagaimana Sarini tak semakin penasaran, karena pemberi info berani pula menyebut nama atau identitas wanita yang dijadikan WIL suaminya. Maka ketika ketemu Ramidi, langsung saja dia didonder tentang cewek yang bernama Titik itu. Kata Sarini, perselingkuhan suaminya itu sudah berlangsung secara masif, terstruktur dan terorganisir secara rapi. “Maka ngaku saja Mas, saya ingin pemimpin rumahtangga yang jujur, tak punya masa lalu yang bermasalah.” Kata Sarini cogemol (tanpa tedeng aling-aling).

Tentu saja Ramidi bingung, kok sampai sebegitunya orang berkampanye hitam tentang dirinya. Soal masa lalu bermasalah, dari dulu hingga kini memang iya. Misalnya masalah keuangan, karena gajinya di kantor tak pernah cukup. Tapi soal Titik, itu Titik yang mana? Ada Titik Sandhora, ada Titik Kadarsih, ada Titik Puspa atau Titik Prabowo; tapi mereka kan nama para tokoh yang tak pernah kenal dengannya.

Melihat suaminya makin kebingungan, semakin yakin pula Sarini menuduh suaminya. Sebab bingung merupakan tanda-tanda orang yang tidak siap dengan data saat mau dikonfirmasi. Maka ancamannya kemudian, jika info tentang Titik itu benar adanya, tunggu saja tanggal mainnya.

Ternyata ancaman itu bukan sekedar gertak sambal. Diam-diam sekarang Sarini selalu membuntuti kepergian suaminya. Seperti yang terjadi beberapa hari lalu, bersama temannya kembali dia mengintili Ramidi saat menuju ke kantor. Tapi sial, kali ini ulahnya ketahuan. Langsung saja Ramidi menghentikan sepeda motornya, dan memarahi istrinya di pinggir jalan.

Rupanya Sarini malu sekali diomeli suami di depan publik, dan jadi tontonan pula. Melihat di dekatnya ada kali, langsung saja dia hendak terjun. Untung Ramidi dan para penonton berhasil mencegahnya. Walhasil Ramidi tak jadi berangkat ke kantor, tapi malah mengurusi istrinya yang sedang kehilangan kontrol. Kini dia sedang menelisik, siapa sesungguhnya oknum yang menebar kampanye hitam itu.

Coba diingat-ingat, kamu dalam posisi ikut pilkada apa pilpres? (BJ/Gunarso TS)