Saturday, 23 September 2017

Penyidik KPK Sita Sejumlah Dokumen Dari Rumah Bupati Karawang

Kamis, 7 Agustus 2014 — 21:13 WIB
Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan sejumlah dokumen dari penggeledahan di rumah pribadi Bupati Karawang, Ade Swara, di Jl. Japati No 2, RT 01/07, Kelurahan Sadang, Kecamatan Coblong, Kota Bandung, Kamis (7/8). Penggeledahan terkait kasus dugaan pemerasan oleh Ade dan istrinya, Nurlatifah.

“Ya, ada sejumlah dokumen berupa kertas yang disita KPK ,” kata Juru Bicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo, dalam jumpa pers di kantornya, Jl. H. R. Rasuna Said, Kav. C1, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (7/8).

Sayangnya, Johan tidak dapat menginformasikan detail dokumen yang disita. Ia hanya menerangkan, dokumen itu penting untuk penyidikan kasus dugaan pemerasan terkait pengurusan izin surat pernyataan pengelolaan lingkungan (SPPL) atas nama PT Tatar Kertabumi yang menjerat Ade dan Nurlatifah.

Mengenai alasan kenapa hanya rumah itu yang digeledah, Johan pun menjelaskan, bahwa di sana diduga ada “jejak-jejak” tersangka. Dia pun membantah penggeledahan merupakan bagian dari penelusuran aset untuk menjerat Ade Swara dan Nurlatifah dengan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Mengenai bantahan Ade Swara yang menegaskan dengan sumpah bahwa dirinya tidak pernah melakukan pemerasan, Johan menanggapinya dengan santai. “Itu kan pengakuan bupati, sah-sah saja, nanti diujikan di pengadilan,” tuntasnya.

Ade Swara dan Nurlatifah telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK sejak Jumat (18/7). Keduanya dituduh melakukan pemerasan terkait pengurusan izin SPPL atas nama PT Tatar Kertabumi.

Sebelumnya, Ade dan istrinya yang juga Anggota DPRD Karawang itu ditangkap penyidik bersama lima orang lainnya melalui operasi tangkap tangan (OTT) di beberapa tempat di Karawang, Jawa Barat, Kamis (17/7) sore hingga Jumat (18/7) dinihari.(yulian)