Tuesday, 25 July 2017

Tertangkap Tangan Pungli di Jembatan Comal , Sepuluh Polantas Diperiksa

Minggu, 10 Agustus 2014 — 15:49 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

SEMARANG ( Pos Kota ) – Sebanyak 10 anggota Satlantas Polres Pemalang diperiksa tim gabungan Propam dan Provost Polda Jateng karena terlibat pungli di jembatan Comal. Pemeriksaan terhadap 10 oknum polisi ini berawal dari penangkapan terhadap dua anggota Satlantas Polres Pemalang yang tertangkap tangan saat melakukan pungli di jembatan Comal.

Dari hasil pemeriksaan , dua oknum anggota Satlantas Polres Pemalang ini “bernyanyi” dan menyebutkan bila oknum polisi yang terlibat pungli di jembatan Comal jumlahnya mencapai 10 orang. Ke-10 oknum polisi tersebut kini diamankan ke Mapolda Jateng untuk menjalani pemeriksaan.

Kabid Humas Polda Jateng , Kombes A. Liliek Darmanto membenarkan hal itu. Disebutkan, awalnya dua orang tertangkap tangan di dua pos polisi oleh tiga orang anggota Propaminal Polda Jateng yang menggunakan pakaian preman. Kemudian setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif, didapat fakta dan data bahwa ada sebanyak 10 oknum anggota Satlantas Polres Pemalang yang terlibat dan melakukan aksi pungli di Jembatan Comal.

Penangkapan dua oknum Polisi Satuan Lalu-Lintas Polres Pemalang ini dilakukan pada Sabtu (9/8)sekitar pukul 00.30 dini hari, tak jauh dari Jembatan Comal. Kedua oknum Polisi yang masing-masing berpangkat Briptu dan Aipda ini ditangkap usai menerima uang “pungli” hasil dari jasanya melewatkan truk-truk besar bermuatan 10 ton lebih melintas di Jembatan Comal.

Menurut sebuah sumber, salah satu dari oknum Polisi yang ditangkap sempat terkejut dan langsung membuang uangnya ketika tiga orang anggota dari Tim Polda Jateng meringkusnya. Usai diringkus, kedua oknum Polisi tersebut langsung dibawa untuk kemudian diperiksa.

Dari hasil penyelidikan, aksi pungli Polisi di Jembatan Comal ini melibatkan warga sehingga peran petugas berusaha tersamarkan. Truk-truk bermuatan di atas 10 ton dikumpulkan terlebih dulu di sebuah SPBU tak jauh dari Jembatan Comal. Oleh pelaku, para sopir truk inipun diberikan tarif antara 100 ribu sampai 400 ribu rupiah untuk tetap bisa melintas di Jembatan Comal.

Tak heran, tak sedikit para sopir truk yang menyanggupinya dengan pertimbangan lebih efektif dan memakan waktu singkat daripada dirinya harus membawa truk memutar lewat jalur alternatif yang lebih jauh dan memakan waktu lama.

Setelah terjadi kesepakatan, sopir truk dan pelaku melakukan transaksi yang kemudian langsung membawa truknya berjalan menuju Jembatan Comal dengan pengawalan “gelap” oleh oknum Polantas hingga akhirnya berhasil melintasi Jembatan Comal. Usai berhasil mengawal truk, oknum Polisi tersebut langsung meminta uang jasa kepada pelaku.Setiap hari rata-rata hampir 25 unit truk besar yang dikawal bisa masuk Jembatan Comal. Uang yang didapatkan pun hampir 10 juta rupiah per harinya.

(suatmadji/sir)

  • bagong

    kemaren duit nya habis (bwt lebaran…) jd ngobyek ngawal truk….ngak perduli tu jembatan amles lagee….perbaikan jembatan urusan pemerintah….

  • barudin

    JANGAN ANGGOTA LAPANGAN AJA DIPERIKSA KOMANDANYA JUGA DIPERIKSA DISEMUA ANGGOTA POLANTAS SETORAN KE KOMANDAN ….CINCAI LAH

  • Idhu Geni

    hmmmhhh…..wis lagu lawas kuwi….gek ngerti po pak Prominal…???

  • musa

    dasar…maling…..pake seragam…..