Tuesday, 11 December 2018

Ribuan Hektar Sawah di Indramayu Kekeringan

Senin, 11 Agustus 2014 — 8:49 WIB
Sawah kering di beberapa daerah. (ist)

Sawah kering di beberapa daerah. (ist)

INDRAMAYU (Pos Kota) – Harapan petani Indramayu, Jawa Barat memanen padi musim tanam  gadu bulan ini semakin jauh dari kenyataan, setelah  ribuan hektar tanaman padi  kekeringan akibat kemarau.

Kondisi itu semakin diperparah  lagi karena sejumlah saluran irigasi sekunder, sebagai satu-satunya harapan petani Indramayu menggantungkan hasil panen padinya, kini juga kekeringan.

Musim kering kata Suntaka, 53 petani di Kecamatan Krangkeng datang lebih awal ketika tanaman padi milik petani sedang tumbuh dan memerlukan air irigasi.

“Semua irigasi sekunder sudah kering. Petani hanya bisa melamun karena sampai saat ini belum ada upaya nyata pemerintah untuk mengalirkan air irigsi ke sawah-sawah petani,” katanya.

Tanaman padi musim gadu yang sekarang belum dipanen itu adalah tanaman padi yang mengalami gagal panen akibat bencana banjir beberapa waktu lalu.

Petani sangat terpukul. Karena mereka kehilangan pendapatan dan merugi.Tidak hanya merugi karena gagal panen, tetapi juga yang tadinya hasil panen harganya bakal naik sehubungan dengan kebutuhan warga akan beras di akhir tahun dan Natal.

Petani juga sekarang kesulitan modal untuk menyewa pompa air lantaran uang mereka pada umumnya sudah habis digunakan saat puasa dan Lebaran lalu. “Kalau musim kering seperti ini biasanya kita masih bisa sewa pompa tetapi sekarang uang habis buat Lebaran,”ujar Sutanka sambil berharap ada perhatian dari pemerintah. (taryani)