Saturday, 18 November 2017

Turnamen Hassanal Bolkiah Trophy

Lawan Vietnam Timnas U-19 Harus Menang

Rabu, 13 Agustus 2014 — 5:46 WIB
ilustimna

JAKARTA (Pos Kota) – Timnas U-19 Indonesia harus menang melawan Vietnam U-19 jika ingin menjaga peluang lolos dari Grup B turnamen Hassanal Bolkiah Trophy (HBT) di Brunei, Rabu (13/8) sore.

Indonesia kini memiliki poin satu, sementara Vietnam tiga poin.  Satu poin Indonesia diperoleh dari hasil imbang dengan Malaysia, dan kalah 1-3 dari Brunei U-21. Sedangkan Vietnam menang 4-0 atas Singapura, tapi kalah 0-2 dari Malaysia.

Menpora Roy Suryo yakin pelatih Indra Sjafri telah menyiapkan timnya untuk memberikan hasil terbaik, meskipun turnamen ini hanya ajang persiapan menuju Piala AFC U-19 di Myanmar, Oktober 2014.

Vietnam yang juga diwakili tim untuk ajang AFC, pernah kalah dan kemudian menang adu penalti di final Piala AFF 2013 di Jakarta. Pada ajang HBT dua tahun lalu, Indonesia yang diwakili Timnas U-21 mengalahkan Vietnam U-21 di semifinal dengan 2-0. Namun, saat itu tim asuhan Aji Santoso dan Widodo C.Putro hanya runner up karena dikalahkan Brunei.

Mampukah tim Indra Sjafrie meraih poin tiga kali ini? Secara permainan tim, bisa dibilang kedua tim berimbang. Vietnam memiliki empat emain yang  perlu diwaspadai. Aksi-aksi Tun Tài, Nguyn Công Phng  dan Nguyn Vn Toàn telah mampu memporak-porandakan pertahanan Singapura.

Kesempatan  Evan Dimas menundukkan Vietnam masih terbuka. Buktinya, Vietnam kebobolan dua gol tanpa balas atas Malaysia. Garuda Jaya sendiri sebenarnya menunjukkan permainan apik saat menahan imbang Malaysia U-21. Kelemahannya hanya pada penyelesaian akhir.

Tapi gawang Ravy Murdianto ternyata cukup rentan saat dibobol tiga gol oleh Brunei U-21. Kesigapan Hansamu Yama Pratama, I Gede Putu Juni Antara, maupun Syahrul Kurniawan agak meragukan saat menyambut serangan balik cepat.

KURANG GANAS

Indra Sjafri belum benar-benar sukses memoles ketajaman di sektor depan. Muklis Hadi Ning Syaefullah masih kurang ganas di area penalti lawan. Ilhamudin Armayn juga belum seperti penampilan terbaiknya, begitu juga sang kapten Evan Dimas.

Bila saja Garuda Muda bisa bermain lebih rileks, bukan mustahil mereka bisa menggilas Vietnam.  Evan Dimas cs sesungguhnya  memiliki kemampuan bermain dengan bola-bola pendek dan satu dua sentuhan, serta variasi umpan jauh yang akurat, serta syuting yang ‘membunuh’. Hanya saja keindahan permainan mereka belum terlihat di pertandingan awal.

Ketua Badan Tim Nasional PSSI La Nyalla Mahmud Mattalitti yakin pelatih Timnas U-19 Indra Sjafri mampu melakukan koreksi yang tepat dan segera mengembalikan performa timnya. Peluang masih terbuka.

“Yang tidak kalah penting adalah kita semua, khususnya tim pelatih harus mengambil pelajaran berharga dari pertandingan tadi. Sehingga waktu yang tersisa menuju Oktober di ajang AFC Championship tidak dilalui dengan sesuatu yang stagnan. Di HBT ini kita bisa mengambil pelajaran dan koreksi menyeluruh,” ujar La Nyalla. (Awang)