Monday, 19 November 2018

Industri Alas Kaki Nasional Terus Dipacu

Rabu, 13 Agustus 2014 — 13:55 WIB
Pekerja di industri yang juga memiliki BPJS Ketenagakerjaan. (ist)

Pekerja di industri yang juga memiliki BPJS Ketenagakerjaan. (ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus dorong pengembangan industri alas kaki nasional. Dirjen IKM Euis Saedah dalam sambutannya mewakili Menperin pada pembukaan Pameran Alumni dan Mitra Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) di Plasa Pameran Industri, Kementerian Perindustrian, mengatakan industri alas kaki merupakan salah satu sektor strategis karena mampu menyerap banyak tenaga kerja.

“Sektor ini juga mampu  memenuhi kebutuhan sandang dalam negeri, dan menyumbang devisa ekspor non migas yang cukup signifikan. Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian terus mendorong pengembangan industri alas kaki nasional dengan menciptakan iklim usaha yang kondusif serta meningkatkan daya saingnya di pasar dalam negeri maupun internasional,” jelas Euis.

Dalam pameran yang diikuti 44 peserta dari para alumni BPIPI Sidoarjo juga  melibatkan komunitas sentra IKM dan binaan potensial BPIPI Sidoarjo. Kegiatan yang memilih tema “Sepatu Karya Indonesia untuk Dunia” ini mengangkat dua isu utama, yaitu Tantangan menghadapai Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan Alas Kaki sebagai Industri Kreatif.

Euis mengatakan,  perkembangan industri alas kaki nasional dapat dilihat dari nilai ekspor sepatu yang terus meningkat setiap tahunnya. Hal ini dibuktikan pada tahun 2013 nilai ekspor mencapai  3,86 miliar dolar AS  dibandingkan tahun 2012 sebesar  3,6 miliar dolar AS.

Selain nilai ekspor yang cukup besar, surplus ekspor industri alas kaki selama 5 tahun terakhir rata-rata mencapai  2 miliar dolar AS. “Dengan nilai ekspor tersebut, Indonesia mampu memenuhi sekitar 3% kebutuhan dunia akan produk alas kaki,” kata Euis.

Dirjen IKM juga  menegaskan, pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015 menjadi sebuah realita yang harus dihadapi oleh sektor industri alas kaki nasional, di tengah perbandingan kebutuhan pasar dan tenaga kerja industri yang terjadi saat ini. (tri/yo)

Foto: Istimewa