Sunday, 18 November 2018

Ketua DKPP: Indonesia Bisa Jadi Inspirasi Demokrasi

Rabu, 13 Agustus 2014 — 8:11 WIB
Jimly Asshiddique,  Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP), akan monitoring jalannya Pilkada Serentak 2015.

Jimly Asshiddique, Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP), akan monitoring jalannya Pilkada Serentak 2015.

JAKARTA (Pos Kota)  – Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Prof Jimly Asshiddiqie mengatakan bahwa Indonesia bisa menjadi inspirasi demokrasi. Bahkan bisa menjadi contoh bagi anggota-anggota OIC (Organisation of Islamic Cooperation) atau lebih dikenal dengan OKI.

“Sesudah terlaksana pemilihan langsung pertama tahun 2004, kita dicatat sebagai negara demokrasi ketiga di dunia setelah Amerika Serikat dan India berdasarkan urutan jumlah penduduk,” kata Jimly di ruang kerjanya, Selasa (12/8).

Dia pernah berbincang dengan mantan Presiden Amerika Serikat Jimmy Charter tahun 2004 dulu. Jimmy mengatakan bila pelaksanan Pilpres 2004 sukses, maka Indonesia bisa dikatakan sudah menjalankan demokrasi secara penuh, tidak setengah-setengah.  “Kita mendapat bukti bahwa tiga negara berpenduduk besar di dunia, tinggal satu yaitu RRC, sudah menerapkan sistem demokrasi secara penuh,” katanya.

Kedua, Jimly meneruskan perkataan Jimmy Charter, kebetulan tiga negara ini, Amerika, India dan Indonesia menggambarkan tiga masyarakat yang penduduknya mayoritas terbesar dari agama yang bersangkutan di sebuah negara. Sebagaimana diketahui, umat Kristiani terbesar di dunia adalah Amerika, umat Hindu terbesar di dunia adalah India dan umat Islam terbesar di dunia ada di Indonesia.

“Maka kalau demokrasi di Indonesia ini sukses, dia bilang (Jimmy, red), ini akan memberikan bukti pada perjalanan peradaban kemanusiaan bahwa antara agama dan demokrasi ini tidak bertentangan. Dan ini akan meningkatkan kualitas peradaban kemanusiaan di seluruh dunia,” tutup guru besar hukum tata negara Universitas Indonesia itu. (rizal/yo)

Foto: Istimewa

  • Mangap

    Tergantung hasil sidang MK dan DKPP. Kalau hasilnya sesuai hasil pemilu ya bisa jadi contoh negara lain.
    tapi kalau hasilnya bertentangan, bisa jadi bahan olokan sedunia