Thursday, 15 November 2018

BPS Imbau Eksport Kelapa Sawit Distop

Kamis, 14 Agustus 2014 — 22:37 WIB
Bahan baku minyak sawit.(dok)

Bahan baku minyak sawit.(dok)

JAKARTA (Pos Kota) -Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekspor Indonesia sebagian besar masih berupa komoditas, seperti kelapa sawit. Akibatnya, Indonesia sulit bersaing dengan negara-negara lain.

Deputi BPS Bidang statistik Produksi, Adi Lumaksoni, berharap pemerintah mampu mengekspor produk jadi yang memiliki standar ekspor di tingkat global. Dengan demikian, maka produk kelapa sawit Indonesia juga akan berkembang.

“Sangat dimungkinkan bahwa kelapa sawit tidak akan diimpor lagi oleh Amerika Serikat, karena terkait dengan isu masalah lingkungan,” ujarnya di Jakarta, Kamis (14/8).

Dia menjelaskan, saat ini beberapa negara di Barat tengah berkonsentrasi dalam kegiatan pembatasan impor komoditas perkebunan, karena isu lingkungan hidup. Guna menyikapi kondisi tersebut, pemerintah harus mengambil langkah intensif untuk berupaya dalam peningkatan nilai tambah pada produk ekspor sesuai standar internasional.

MINYAK SAWIT

“Sudah saatnya kita tidak lagi melakukan ekspor TBS (tandan buah segar) kelapa sawit. Seharusnya, paling tidak minyak sawit itu yang kita ekspor itu. Sehingga, sektor perkebunan bisa memberi kontribusi yang besar terhadap pembangunan ekonomi,” jelasnya.

Adi menambahkan, bila memang diharuskan melakukan kegiatan ekspor kelapa sawit atau produk turunannya, pemerintah harus mengupayakan pemenuhan kebutuhan di dalam negeri terlebih dahulu. “Atau, jika harga kelapa sawit di luar negeri lebih mahal dibanding di dalam negeri,” tambah dia.

Menurutnya, berdasarkan sensus pertanian 2013, jumlah rumah tangga di sub sektor perkebunan kelapa sawit mencapai 1,46 juta rumah tangga. Jumlah terbesar ada di Sumatera Utara yang mencapai 332,87 ribu rumah tangga, dan selanjutnya di Riau sebanyak 308,09 ribu rumah tangga. (lina)