Sunday, 22 September 2019

Harga Gabah Anjlok, Petani Indramayu Kian Menderita

Kamis, 14 Agustus 2014 — 21:05 WIB
Petani Indramayu Angkut gabah (taryani)

INDRAMAYU (Pos Kota) – Lengkap sudah penderitaan yang menimpa nasib petani di Indramayu, Jawa Barat. Waktu musim tanam tiba tanaman padi mereka kebanjiran sehingga harus tanam padi ulang 2 hingga 4 kali, giliran tanaman padi tumbuh dan memerlukan pupuk urea, stok pupuk urea subsidi kosong. Kalaupun stok urea tersedia harganya sangat  mahal sehingga tak terjangkau petani yang sudah kolaps karena bencana banjir.

“Sekarang saat panen padi harga gabah murah. Per kg hanya dihargai tengkulak gabah Rp4 ribu per kg. Padahal sebelumnya harga gabah Rp5.500 per Kg,” kata Warjo, 53 petani.

Dikatakan, gabah panen rendeng malahan harganya lebih rendah lagi. Per kg dibawah Rp3.800. Dengan anjloknya harga gabah itu maka penderitaan para petani di Indramayu semakin bertambah lengkap.

Ppetani dibuat bingung. Harga urea subsidi sesuai Harga Eceran Tertinggi Rp1.800 per Kg kenyataannya petani  membeli Rp2.800 per Kg bahkan ada yang lebih mahal lagi.(taryani)