Sunday, 23 September 2018

Mahasiswa IPB Kembangkan Konservasi dan Ekowisata Penyu

Kamis, 14 Agustus 2014 — 9:09 WIB
penyu-sub

BOGOR (Pos Kota) – Penyu atau sea turtle merupakan biota laut yang dilindungi. Terdapat enam spesies penyu dengan habitat hidup di perairan Indonesia.

Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Air Hitam merupakan salah satu habitat peneluran penyu yang ideal. Karena lokasi sepanjang 17 km ini berada di pesisir barat Pulau Sumatra dan berhadapan langsung dengan Samudra Hindia.

Di daerah ini terdapat empat spesies penyu, diantaranya Penyu Hijau, Penyu Sisik, Penyu Lekang dan Penyu Belimbing.
Menurut IUCN (2013), status penyu-penyu tersebut secara berurutan adalah Endangered (terancam punah), Criticaly Endangered (kritis), Endangered (terancam punah) dan Vulnerable (rentan punah).

Saat ini, ancaman terhadap penyu adalah perdagangan telur penyu dan perubahan pesisir menjadi lahan perkebunan.
Adalah Muhammad Khaisu Fisabilillah, Widyanti Octoriana, Eka Maulana Hermawan, Gusti Maharani, dan Owanda Alam, yang menginisiasi “Gerakan Masyarakat Cinta Penyu (MCP):

Upaya Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Di Sekitar Kawasan TWA Air Hitam terhadap Konservasi Penyu Di Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu”.

Kegiatan ini merupakan Program Kreatifitas Mahasiswa Bidang Pengabdian Masyarakat (PKMM) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun 2014, di bawah bimbingan Beginer Subhan M.Si, Dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan (ITK) IPB.

Khaisu mengatakan, tujuan Gerakan Masyarakat Cinta Penyu (MCP) ini mengajak masyarakat untuk mencintai, melindungi dan melestarikan spesies penyu.
Lebih lanjut, masyarakat diharapkan sadar bahwa penyu berpotensi untuk dikembangkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan mereka. Beginer Subhan M.Si menegaskan, kegiatan ini menjadi wadah aktualisasi daya kritis dan kepedulian mahasiswa IPB terhadap permasalahan masyarakat, disamping mahasiswa memberikan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Khaisu juga menuturkan, serangkaian kegiatan yang implementatif ini merupakan kegiatan utama dalam Gerakan MCP. Mahasiswa ITK IPB ini menjelaskan bahwa beberapa kegiatan serupa juga telah dilakukan, diantaranya Penyuluhan Konservasi Penyu (PENKOP), Monitoring Populasi Penyu (MONEP), Pelatihan Penangkaran Tukik (PENGKI), Pelepasan Tukik Penyu (PELATUK), dan Pelatihan Pembuatan Kerajinan (PERAJIN).

Sebagai langkah konkrit, Khaisu dkk, bersama Alumni IPB di Bengkulu akan mengembangkan Gerakan MCP menjadi yayasan dengan nama Bengkulu Sea Turtles Foundation (BSTF).

Aktivitas yayasan ini nantinya melanjutkan kegiatan konservasi dengan volume dan wilayah yang lebih luas lagi, yaitu mencakup 7 kabupaten/kota di pesisir Provinsi Bengkulu.
Putra Asli Bengkulu ini juga berharap bahwa kegiatan ini dapat menjadi percontohan yang berkelanjutan.

(yopi/sir)