Friday, 16 November 2018

Miliki Istri Dokter Gigi, Tapi Tidak Bisa ‘Unjuk Gigi’

Kamis, 14 Agustus 2014 — 6:11 WIB
Dia-14Agus

SUAMI istri yang sama-sama berkarier, ternyata bikin repot juga. Seperti Ga, 35, dari Madiun ini contohnya. Sementara dia jadi pegawai bank di kota brem, Ir, 32, istrinya yang jadi dokter gigi bertugas di Malang. Walhasil, ketimbang lama tak bisa “unjuk gigi”, Ga pun segera ambil WIL sebagai pelipur lara.

Idealnya suami istri itu harus mengacu pada samsat alias sistim manunggal satu atap. Artinya, dalam kondisi apapun keduanya harus selalu serumah. Tapi pada kelaurga modern sekarang ini, banyak yang tak bisa mewujudkannya. Demi karier masing-masing, tak sedikit suami yang bekerja di kota A, istrinya bekerja di kota B. Akhirnya keduanya pun mengacu pada akronim PJKA alias: Pulang Jumat kembali Ahad. Di hari Sabtu itulah suami bisa setor benggol sekaligus bonggol!

Kondisi seperti ini ternyata dialami pula oleh pasangan Ga – Ir. Suami yang bekerja di bank pemerintah, tugasnya di kota Madiun. Sedangkan istri yang berprofesi dokter gigi, juga tak bisa lolos butuh tinggalkan Malang demi mengikuti suami. Maka untuk menjaga keutuhan keluarga, selama ini Ga yang harus mengalah dua minggu sekali ke Malang untuk menemui istri dengan segala aspeknya.

Tapi kondisi seperti itu lama-lama tak nyaman juga bagi Ga. Sebab ketika malam hari tiba, di rumah di Sukosari, Kecamatan Kartoharjo, yang ditempati selama ini terasa sepi sekali. Ketika dirinya tiba-tiba kangen istri di tengah malam, yang bisa dilakukan hanya nembang Dandanggula: Bedug tiga datan arsa guling, padhang bulan kekadar neng latar, thenguk-thenguk lungguh dhewe……

Tapi masak tiap malam harus nembang begituan? Sebagai manusia modern di era gombalisasi, untuk membunuh kejenuhan Ga pun lalu main internet. Nah, dari main FB-an itulah dia kemudian dapat kenalan baru namanya Yuk, 27. Lihat penampilannya dalam foto, kenalan baru itu sungguh menggamit rasa merangsang pandang. Maka setelah chatingan berulang kali, keduanya pun mencoba ketemu langsung. Wah, ternyata cocok, artinya baik foto maupun orangnya sama-sama enak dipandang mata.

Sejak itu keduanya pacaran. Jaman sekarang, koalisi tanpa dilanjutkan dengan eksekusi tidak afdol kan? Mumpung istri jauh di Malang sana, Yuk pun diundang main ke rumah. Di rumah inilah kemudian kenalan di facebook tersebut benar-benar diobok-obok bak istri sendiri. Sejak itu pula, Ga jadi lupa istrinya yang berada di Malang.  Prinsipnya, buat apa jauh-jauh cari apel Malang hanya untuk “unjuk gigi”, wong di Madiun sini juga ada brem kecut-kecut legit.

Sebulan dua bulan tak pernah dikunjungi suami, tentu saja Ir jadi curiga. Menyusulah dia kemudian ke rumahnya di  Madiun. Yang mencurigakan, begitu Ir tiba malah pintu dikunci dari dalam. Diketok-ketok tak dibukakan pintu juga. Terpaksa Ir lapor Pak RT untuk mendobrak pintu tersebut, karena yakin ada penghuninya di dalam.

Benar juga rupanya, ketika Pak RT datang bersama warga lengkap membawa linggis, pintu kemudian dibuka oleh Ga. Ternyata dia tadi sedang “ketanggungan”, karena di dalam memang sedang ngeremin Yuk. Tentu saja si dokter gigi itu marah-marah, karena cintanya dikhianati suami. Hari itu juga dia melaporkan Ga ke Polsek Kartoharjo dengan mengusung pasal perzinaan.

Mau kencan,  jadi  gagal total! (Gunarso TS)

  • rengga irawan

    hihihi

  • Idhu Geni

    mbok yo ra usah kerah….karo aku ae yuk Ir……podo ae koq rasane….sepet2 kecut…..hihihihihi….

  • Peci muter

    Pret kampret….