Tuesday, 23 July 2019

Ponpes Terbakar, 1 Santriwati Tewas 30 Luka-Luka

Jumat, 15 Agustus 2014 — 11:41 WIB
*Illustrasi

*Illustrasi

SURABAYA (Pos Kota) – Asrama putri Pondok Pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah lantai II di Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, terbakar hebat Jum’at (15/8) dini hari. Dari identifikasi sementara diketahui, satu santriwati tewas dan 30 santriwati lainnya mengalami luka-luka dan dirujuk ke UGD RS Sumber Glagah, Pacet.

Kapolres Mojokerto, AKBP Muji Ediyanto mengatakan, kebakaran terjadi di asrama putri lantai II sekitar pukul 02.00 WIB. “Berawal di kamar nomor 13, kamar berisi antara 10 sampai 15 santriwati. Ini merupakan tempat menginap para santri wanita. Api tiba-tiba muncul di kamar 13 dan ada ledakan kecil,” ungkapnya.

Dikatakan Kapolres, tercatat ada 31 santriwati yang diketahui menjadi korban kebakaran. Satu santriwati teridentifikasi tewas, satu santriwati mengalami luka bakar serius dirujuk ke RSU Dr Soetomo, Surabaya dan 29 santriwati mengalami luka-luka dan dirujuk ke UGD RS Sumber Glagah, Pacet.

“Identifikasi awal, satu santriwati meninggal tapi belum diketahui identitasnya. Saat kejadian, semua santriwati sedang tertidur pulas sehingga tidak bisa menyelamatkan diri. Semua korban luka dan meninggal sudah dievakuasi dan api yang membakar asrama sudah padam, saat ini lokasi disetrilkan,” katanya.

Ponpes Amanatul Ummah merupakan pondok terbesar di Kabupaten Mojokerto dengan jumlah santri ribuan dan memiliki beberapa unit pendidikan formal mulai MTs, SMP, MA, SMA dan Madrasah Bertaraf Internasional (MBI).

Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, KH Asep Saifuddin Chalim. KH Asep sendiri merupakan kiai berpengaruh di dunia pendidikan Nahdlatul Ulama dan Ketua Umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu).

KELUARGA BERDATANGAN

Keluarga para santri Pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah mulai berdatangkan ke Ponpes Amanatul Ummah di Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto yang terbakar.Banyak dari pihak keluarga kebinggungan mencari para santri yang menjadi korban.

Pihak Ponpes membuka pos informasi untuk memudahkan pihak keluarga mencari sanak saudaranya yang berada di Ponpes Amanatul Ummah. Salah satu keluarga korban asal Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto mengaku mendapat kabar pukul 05.00 WIB.

“Saya mendapar kabar sekitar pukul 05.00 WIB dari anak saya karena kebetulan dia mondok disini. Dia baru bisa memberi kabar pukul 07.00 WIB karena antri teleponnya, teleponnya melalui ponpes karena di ponpes tidak boleh membawa handphone. Alhamdulilah anak saya tidak apa-apa,” ungkapnya.

Akibat kejadian ini, tak hanya kerugian materi yang tersisa akibat musibah ini, para santri juga mengalami luka-luka, bahkan ada meninggal dunia. Berikut ini daftar korban musibah kebakaran tersebut.

Menurut dokter jaga RS Sumber Glagah Pacet, dr Sony Alfianto, 35 santri mengalami luka ringan dan sesak nafas. Sedangkan seorang korban luka bakar dan patah tulang kaki kanan atas nama Farah Syaifi,12, santri kelas 7 MTs Ponpes Amanatul Ummah.
“Sekitar pukul 09.00 WIB, Farah dirujuk ke RSU Dr Soetomo Surabaya,” kata dr Sony kepada wartawan di lokasi.

Sementara korban meninggal dunia atas nama Lailatul Masruroh,13 Kelas 7 MTs asal Banyuwangi, hingga kini masih berada di kamar jenazah RS Sumber Glagah, Pacet. Kondisi korban sulit dikenali karena tinggal tulang belulang. (nurqomar/yo)

Foto: Ilustrasi