Tuesday, 20 November 2018

SBY: Alangkah Malangnya Kalau Demokrasi Didominasi Elit

Jumat, 15 Agustus 2014 — 14:17 WIB
Pidato-SBY-2

JAKARTA (Pos Kota) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menegaskan dalam mengembangkan kehidupan demokrasi, Jangan pernah lupa membangun sistem. Yang kita bangun adalah sistem demokrasi tidak bergantung seseorng, tapi pada kelembagaan, institusi, sistem dan norma.

“Kalau sistem lemah, demokrasi kita akan keropos,” kata Presiden dalam Pidato Kenegaraan menyambut HUT ke-69 Kemerdekaan RI, dihadapar rapat bersama DPR dan DPD RI, Jumat (15/8).

Hal itu merupakan salah satu dari pesan Presiden yang menyatakan pidato kali ini yang terakhir kalinya di hadapan mimbar terhormat DPR dan DPD RI. Ia juga berpesan agar seluruh komponen bangsa menjaga keindonesiaan, tidak ada gunanya kita terpecah-pecah.

SBY meminta agar semua pihak memegang teguh Pancasila, Thinneka Tunggal Ika, pluralisme, dan kesatuan NKRI. Karena itu pemerintah tolak paham sesat ISIS, dan pemimpin di seluruh Tanah Air juga diminta menolak ajakan sesat itu.

DEMOKRASI ELIT

SBY berpesan agar pembangunan domokrasi ke depan jangan sampai demokrasi yang menjadi elitis. Demokrasi harus atas peran serta rakyat dan bukan hanya untuk elit.

“Alangkah malangnya kalau demokrasi itu didominasi dan kehilangan akarnya,” katanya.

Gravitasi demokrasi kita, lanjutnya harus berkisar pada rakyat. Setelah 69 merdeka, kita telah menjadi negara yang disegani. Indonesia bukan hanya jadi kawan, tapi juga jadi rujukan positif.

D emokrasi dan Islam bisa tumbuh bersama. Kita plural tapi bisa rukun. “Ini bukan capaian saya, tapi capaian kita bersama seluruh bangsa,” ungkapnya.

(winoto/M1/sir)