Wednesday, 26 September 2018

Organda Desak Pemerintah

Pasokan BBM ke Angkutan Umum Jangan Terganggu

Senin, 18 Agustus 2014 — 8:40 WIB
Angkot Ngetem di Kampung Melayu

JAKARTA (Pos Kota) – Organda meminta pemerintah tetap memperhatikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) untuk angkutan umum, baik orang maupun barang.

“Tak masalah kalau pemerintah mau mengurangi jatah SPBU, sepanjang tidak mengganggu pasokan solar untuk angkutan umum dan barang,” kata Ketua DPD Organda DKI Jakarta, Shafruhan Sinungan, Minggu (17/8).

Ia mengungkapkan hal itu saat dikonfirmasi Pos Kota, terkait pertemuan Organda dengan Wakil Meteri ESDM, Susilo Siswoutomo, BPH Migas, Pertamina dan Dinas Perhubungan dan instansi lainnya pekan lalu.

Memang dalam pertemuan tersebut, ia mengaku salah satu agenda yang dibahas adalah mengurangi jatah alokasi BBM SPBU. “Untuk Premium akan dikurangi 5 persen. Sedangkan Solar 20 persen,” jelasnya.

Langkah ini dilakukan, berkaitan dengan dikurangi kuota BBM subsidi yang semula 48 juta kilo liter (kl) menjadi 46 juta Kl dalam APBN-P 2014.

Dengan adanya pengurangan kuota BBM subsidi tersebut, ia mengemukakan jatah alokasi bahan bakar untuk SPBU harus dikurangi pula.

Agar tidak menimbulkan kegaduhan di masyarakat, lanjutnya, pengurangan jatah BBM untuk SPBU dilakukan secara bergantian. “Terutama SPBU di daerah yang dinilai rawan penyalahgunaan.”

Menyinggung usulan Organda agar pasokan Solar untuk angkutan orang dan barang diperhatikan, ia mengemukakan disetujui.

Misalnya ada beberapa SPBU di jalan tol nanti disediakan Solar subsidi hanya untuk angkutan umum. “Ada beberapa titik di jalan tol nanti melayani pengisian Solar buat angkutan umum, baik orang maupun barang,” ucapnya.

Kalau hanya angkutan orang saja dibolehkan mengisi Solar, sedangkan angkutan pengangkut sembako tidak boleh, Shafruhan Sinungan khawatir akan berdampak terhadap masyarakat. Harga sembako bakal naik.

Untuk mengantisipasi penyalahgunaan penyaluran Solar yang dijual di jalan tol, ia meminta SPBU yang ditunjuk menjual bahan bakar tersebut memasang plang khusus bertuliskan khusus angkutan umum. (setiawan)