Thursday, 21 September 2017

Tolak Beri Rp1.000, Mahasiswa Tewas di Tangan Pengamen

Selasa, 19 Agustus 2014 — 14:31 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

YOGYAKAR (Pos Kota) – Mengenaskan, hanya gara-gara uang pemberian kepada pengamen kurang Rp1.000, seorang mahasiswa tewas dikeroyok empat pengamen di depan Monumen Serangan Oemoem 1 Maret Yogyakarta. Dua pelaku berhasil ditangkap dan lainnya lolos dari sergapan.

Korban Zulfikar Madjid, 21, mahasiswa asal Halmahera Tengah meregang nyawa setelah mendapat perawatan selama tiga hari di RS Sarjito, Yogyakarta, Senin (18/8) malam. Peristiwa pengeroyokan itu terjadi pada Jumat (15/8) malam.

Informasi yang dihimpun, malam itu korban sedang nongkrong bersama temannya di TKP. Tiba-tiba datang empat pengamen yang langsung bernyanyi. Korban kemudian memberi uang Rp5 ribu kepada pengamen tersebut.

Rupanya pelaku tidak terima dikasih Rp5 ribu dan minta tambahan Rp1.000. Permintaan tersebut ditolak korban hingga terjadi cekcok mulut. Pelaku menjadi marah dan bermaksud menghajar korban. Tidak mau menjadi bulan-bulanan pelaku, Zulfikar lari ke arah Jalan Juminahan.

Namun pelaku tetap mengejar korban dan berhasil menangkapnya. Tanpa ampun pelaku menghakimi korban hingga sekarat. Usai melakukan aksinya pelaku kabur, sedang korban dibawa ke rumah sakit. Karena lukanya sangat parah, mahasiswa ini akhirnya meninggal dunia.

Petugas Polresta Yogyakarta yang menangani kasus ini menangkap dua pelaku. “Kami menyita barang bukti berupa 3 potong bambu dan balok,” kata Kapolresta Yogyakarta Kombes Slamet Santoso. (tiyo)

Foto: Ilustrasi