Tuesday, 12 December 2017

Ratusan Pendatang Terjaring Operasi Biduk

Sabtu, 23 Agustus 2014 — 21:48 WIB
bidukop

DUREN SAWIT (Pos Kota) – Ratusan pendatang baru yang tinggal di rumah kontarakan Kelurahan Klender, Duren Sawit, terjaring Operasi Bina Kependudukan (Biduk), Sabtu (23/8).

“Saya mau cari kerja dan sampai sekarang belum dapat. Jadi saya  belum sempat bikin  KTP DKI,” kata Adi, pendatang baru yang terjaring Operasi Biduk. “Jakarta kan Indonesia juga, masak sih tinggal di sini tidak boleh.”

Menjawab keluhan warga, Kepala Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapol) Jakarta Timur, Abdul Haris, menjelaskan Operasi Biduk bagian dari pengendalian kependudukan. “Kami berikan surat keterangan domisili sementara (SKDS),”  tuturnya.

Operasi Biduk digelar sekitar  pukul 08:00 dengan menyisir dan mendata warga yang tinggal di RW 10, Kelurahan Klender. Operasi Biduk menyasar rumah kontrakan.
Selain mendata, Suku Dinas Dukcapil juga menyediakan layanan kependudukan.

68 RIBU PENDATANG

Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta, Purba Hutapea, memperkirakan jumlah pendatang baru yang mendompleng arus balik Lebaran  sekitar 68 ribu orang. Angka ini ebih besar dbandingkan tahun lalu yang cuma  52 ribu orang.

Operasi Biduk ini dilakukan untuk mendata  agar masyarakat yang tinggal di Jakarta bisa  tertib administrasi kependudukan, tertib sosial dan juga tertib keamanan. “Tidak elok rasanya kalau warga yang tinggal di sini kita tidak tahu namanya. Karenanya, kita data alamatnya. Setelah lengkap kita berikan surat keterangan domisili sementara,” ujarnya seraya mengimbau bagi pendatang yang ingin akan membuat KTP DKI agar melampirkan surat keterangan pindah dari daerah asal. (chotim)

Teks : Kepala Dinas  Dukcapil DKI Jakarta, Purba Hutapea (kiri), didampingi Walikota Jakarta Timur, HR Krisdianto (kanan), dan Kepala Suku Dinas Dukcapil Jakarta Timur, Abdul Haris, saat Operasi Biduk di Klender. (chotim)

  • Mangap

    Kalau bisa semuanya di foto pak untuk pendataan. foto depan dan foto samping yang jelas.
    Kalau ada tindak kejahatan bisa di cek juga. ya buat antisipasi saja.

  • Idhu Geni

    kata si Adi…”Jakarta kan Indonesia juga masak sih tinggal disini tidak boleh”….iyyyya sih Di bener katamu, tapi kalo lama gak dapet kerjaan sementara perut laper…trus khawatirnya kamu kalap-mau diajak ngrampok,nggarong,nodong,maling,nyopet,ngemis,njambret…..mendingan kayak saya nih berusaha bertahan diluar Jakarta saja….enakan urip nang ndeso nyusu simbok…..