Wednesday, 21 November 2018

Tawuran Menyebabkan Pelajar Tewas Direkonstruksi

Selasa, 26 Agustus 2014 — 0:31 WIB
tawurrekon

DEPOK (Pos Kota) – Rekontruksi tawauran yang menyebabkan pelajar SMA tewas, digelar aparat  Polresta Depok di ruang unit Reserse, Senin (25/8) siang.

Didamping  penasehat hukum pelaku Fai,17, dan SAP alias Wiwid,17, HD, petugas melakukan 16 adegan yang menyebabkan  Wandi Setiawan,17, pelajar kelas 1 audio visual SMK Baskara tewas.

“Salah satu syarat untuk melengkapi berkas penyidikan, mengetahui kejadian sebenarnya maka dilakukan rekontruksi sesuai pengakuan para pelaku dalam Berita Acara Perkara (BAP),”ujarnya kepada Pos Kota.

Dalam peragaan  selama satu jam diketahui bahwa  Wandi Setiawan  terlihat juga membawa celurit.
Dari hasil reka ulang , lanjut Herman, kejadian bermula ketika tersangka SAP bersama teman-temannya menunggu angkot di perempatan Parung Bingung, Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas. Tersangka  ditantang oleh korban bersama ketiga temannya. Namun tersangka serta temannya memilih untuk kabur.

Berselang beberapa jam kemudian,  pukul 12:00, tersangka menggunakan truk bersama puluhan rekan sekolahnya kembali bertemu korban di tempat yang sama. “Tersangka sempat berteriak Panmas 314 (nama tenar sekolah). Lalu langsung korban bersama rekan-rekannya meladeni tersangka dan teman-temannya sehingga terjadi tawuran saling serang dengan menggunakan senjata tajam,”katanya.

Pada saat kejadian, tersangka dan korban saling berhadap-hadapan saling mengacungkan celurit. Namun korban memilih kabur dan dikejar tersangka lalu korban terkena sabetan celurit pada pangkal leher kanan dan punggungnya terbacok.

“Saat kejadian teman-teman korban sempat menolong korban dilarikan ke RS.Fatmawati sampai akhirnya meninggal dunia diduga akibat kehabisan darah,”ungkap Herman.

Menurut Herman, dari melihat hasil reka kejadian kedua pelaku dan korban terlihat sudah saling merencanakan untuk tawuran. Karena masing-masing kelompok sudah membawa celurit.

“Para tersangka sempat menyesali perbuatannya. Karena dikenakan Undang-Undang Perlindungan Anak, yaitu setengah dari masa tahanan pidana murni,”demikian.

Sebelumnya diberitakan dua kelompok pelajar SMK terjadi tawuran di pertigaaan Parung Bingung, Rangkapan Jaya Baru, Pancoran Mas Kota Depok, Rabu (13/8) pukul 12:00. Dalam aksi tersebut  Wandi Setiawan,17, pelajar kelas 1 audio visual SMK Baskara tewas terkena sabetan celurit di pangkal leher dan punggung di RS. Fatmawati. Dalam waktu kurang dari 24 jam pelaku ditangkap petugas gabungan Polsek Pancoran Mas dan Polresta Depok. (Angga)

Teks : Tersangka pembacokan pelajar hingga tewas melakukan rekontruksi dijaga ketat petugas reskrim Polresta Depok. (Angga)