Monday, 22 January 2018

Gaji Ketua DPRD DKI Rp 45 Juta Sebulan

Kamis, 28 Agustus 2014 — 6:08 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Enak tenan menjadi  anggota DPRD DKI Jakarta periode 2014-2019. Mereka  akan menikmati berbagai  fasilitas sebagai wakil rakyat. Misalnya, untuk gaji bulanan, politisi Kebon Sirih itu menerima mulai dari Rp30 juta hingga Rp45 juta.

“Kita masih mengacu kepada PP nomor 24 tahun 2004 tentang Hak Keuangan dan Protokoler DPRD. Jadi besaran gaji anggota DPRD masih sama seperti periode sebelumnya,” kata Sekretaris DPRD DKI Jakarta, Mangara Pardede,  Rabu (27/8).

Mangara menjabarkan gaji tersebut terdiri dari lima komponen, yakni uang representasi, tunjangan jabatan, tunjangan komunikasi intensif, tunjangan operasional, dan tunjangan perumahan.

Rinciannya untuk ketua DPRD: uang representasi (gaji pokok) Rp3 juta, tunjangan jabatan Rp4,3 juta, tunjangan komunikasi intensif Rp9 juta, operasional Rp18 juta, dan rumah dinas di jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat.

Kemudian Wakil Ketua DPRD: uang representasi (gaji pokok) Rp 2,4 juta, tunjangan jabatan Rp3,48 juta, tunjangan komunikasi intensif Rp9 juta, operasional Rp9,6 juta, serta tunjangan perumahan Rp20 juta.

Terakhir, untuk anggota DPRD: uang representasi (gaji pokok) Rp2, 25 juta, tunjangan jabatan Rp3, 26 juta, tunjangan komunikasi intensif Rp9 juta, serta tunjangan perumahan Rp 15 juta.

“Untuk tunjangan komunikasi intensif, seluruhnya dapat jumlah yang sama, baik ketua, wakil ketua, dan anggota. Sedangkan tunjangan operasional hanya berlaku untuk ketua dan wakil ketua, sementara level anggota tidak dapat. Kalau tunjangan perumahan itu jabatan ketua memang tidak dapat karena sudah dapat rumah dinas,” ucap Mangara.

Akibat tak ada tunjangan perumahanan itu, dari segi jumlah memang jumlah rupiah yang diterima oleh wakil ketua DPRD lebih besar daripada ketua DPRD. (joko)