Wednesday, 19 September 2018

Hina Warga Yogya Florence Bisa Dipenjara 6 Tahun

Jumat, 29 Agustus 2014 — 6:39 WIB
Florence-Path

JAKARTA (Pos Kota)- Mahasiswa S2 UGM, Florence Sihombing terus menuai kritik. Ulahnya yang menghina kota Yogyakarta menyinggung banyak pihak. Bahkan dia sudah dilaporkan ke Polda Yogya dan bisa dijerat dengan UU ITE bahkan bisa langsung masuk penjara.

Memang Florence sudah minta maaf atas pernyataannya melalui akun Path, tetapi sepertinya tidak membuat warga Yogya bahkan warga lainnya menerima maaf tersebut.

Seperti Janner Simarmata yang mengaku juga pernah kuliah di Yogya tidak terima pertnyataan kasar Florence Sihombing yang merupakan seorang mahasiswa S2 Kenotariatan Universitas Gadjah Mada (UGM), yang menyebutkan Yogya tolol dan mengajak teman-temannya agar jangan tinggal di Kota Pelajar itu. Hal itu dijadikan status akun jejaring sosial Path-nya. “Jogja miskin, tolol, dan tak berbudaya. Teman-teman Jakarta-Bandung jangan mau tinggal Jogja,” tulis Florence.

Sebagai alumni Pascasarjana dari UGM di Yogyakarta, Janner mengatakan sangat tersinggung dengan perkataan seorang mahasiswa S2 tersebut apalagi pernyataan ini dipublish didunia maya melalui situs jejaring sosial.

Bahkan menurut Janner, bahwa Florence bisa dijerat dengan UU ITE UU 11/2008 pasal 27 ayat 3 dan pasal 45, dimana Pasal 27” (3) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik”. Dan “Pasal 45 (1) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)”.

“Sebaiknya UGM memberikan sanksi akademik kepada mahasiswa tersebut, karena pernyataan ini membuat kampus UGM menjadi kena imbasnya”, ujar Janner seperti dalam surat elektroniknya kepada poskotanews.com.

Sebelumnya diberitakan, Florence terkena bully  di media sosial setelah tulisan status di akun Path miliknya bernada menghina warga Yogyakarta. Status tulisan di Path tersebut berawal dari peristiwa di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Pada Rabu (27/8) Florence hendak mengisi bahan bakar minyak (BBM) motornya, Honda Scoopy, di SPBU Lempuyangan. Saat itu, antrean kendaraan, terutama motor, cukup panjang.

Panjangnya antrean kendaraan yang mengular membuat Florence memilih menuju antrean mobil. Deretan mobil ini sedang mengantre mengisi pertamax. Namun, petugas SPBU kemudian menolak menuangkan BBM nonsubsidi itu ke tangki motor Florence.

Apa yang telah dilakukan Florence adalah sebuah penghinaan dan hal yang keliru, Ini tentunya sangat menyinggung perasan warga Jogya yang dikenal sebagai kota pendidikan, terang Janner Simarmata yang juga Ketua Bidang Organisasi, Pengurus Pusat Keluarga Alumni Pasca Sarjana Ilmu Komputer UGM.(B)

  • suwiryo

    sudah sana pakai pelanggaran UUD 45 sekalian, biar orang jogya puas.. puas… puas..

  • mimin

    ini buat pembelajaran,,supaya orang punya etika dan sopan santun

  • Dewa

    sekarang media sosial sudah gak ada privasi sama sekali, lain kali kalo mau ngamuk2 bikin aja akun sosmed baru dan ga usah pake nge add siapa2. biar puas kalo mau melampiakan kekesalan