Saturday, 21 October 2017

392 Penghuni Kontrakan Terjaring Biduk

Sabtu, 30 Agustus 2014 — 23:40 WIB
duklagi

PULOGADUNG (Pos Kota) – Ratusan pendatang baru di Cililitan, Kramatjati, terjaring Operasi Bina Kependudukan (Biduk) yang digelar Suku Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Timur, malam Sabtu (29/8).
.
“Tim menjaring 392 warga yang tidak memiliki KTP DKI Jakarta,” tegas Kepala Suku Dinas Dukcapil Jakarta Timur, H Abdul Haris. “Kami akan terus menggelar Operasi Biduk.”

Dari 392 pendatang yang terjaring, sebanyak 245 orang sudah diberi surat keterangan domisili sementara (SKDS). Pendatang baru terjaring di rumah-rumah kontrakan yang ada di Kelurahan Cililitan.

Haris menegaskan  warga yang tinggal di  Jakarta harus mematuhi peraturan   yang berlaku. Dengan demikian, keberadaan  warga ini  bisa terdata dan terpantau. “Kalau mau tinggal menetap, maka harus memiliki KTP DKI. Kalau hanya tinggal sementara maka harus punya  SKDS,” katanya.

Dalam setiap Operasi Biduk, petugas selalu memberikan pengertian kepada warga akan pentingnya identitas diri. Jika tidak memiliki KTP DKI, maka tidak bisa mendapatkan fasilitas yang dikeluarkan pemerintah daerah, eperti tidak bisa mendapatkan Kartu Jakarta Pintar (KJP) atau Kartu Jakarta Sehat (KJS). (chotim/st)

Teks Gbr: Kepala Suku Dinas Dukcapil Jakarta Timur, H Abdul Haris, menyerahkan simbolis SKDS kepada warga pendatang baru saat Operasi Biduk. (chotim)