Saturday, 22 September 2018

Dinilai Hina Warga Yogya, Florence Ditahan

Sabtu, 30 Agustus 2014 — 17:39 WIB
flo

YOGYAKARTA (Pos Kota) – Florence Sihombing mahasiswi Program Studi Kenotariatan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) yang membuat marah warga Yogyakarta terkait dengan pernyataan di media sosial Path akhirnya ditahan, Sabtu (30/6) siang. Penyidik Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) langsung menahan usai memeriksa Florence yang datang bersama kuasa hukumnya.

Mahasiswi ini ditahan di ruang tahanan Direktorat Kriminal Khusus Polda DIY, di Ringroad Utara Sleman. Sebelum ditahan Florence didampingi pengacaranya Wibowo Malik datang memenuhi panggilan Polda DIY pada pukul 10.30 WIB. Setelah itu dilakukan pemeriksaan.

Setelah dilakukan pemeriksaan selama lebih kurang 2 jam, Florence kemudian dinyatakan ditahan. Namun saat akan ditahan, Florence dan pengacara menolak menandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP). “Kami keberatan klien kami untuk ditahan,” kata Wibowo Malik.

Menurut Wibowo, pihaknya tidak mau menandatangani BAP karena untuk melakukan penahanan itu harus dilengkapi surat penyidikan terlebih dulu. Sementara itu surat-surat yang diminta belum diberikan.

Kasus ini berawal saat Florence mengisi BBM di SPBU Baciro/Lempuyangan Yogyakarta pada Rabu (27/8) alu. Ia mengantre di bagian Pertamax 95 yang diatur untuk mobil. Ia mengatakan kepada petugas SPBU bahwa keadaannya sedang sakit dan darurat. Florence mengaku tidak pernah menyelonong dan menyerobot antrean.

Petugas SPBU tetap tidak melayani karena Florence yang menggunakan motor, mengantre di jalur antrean mobil. Florence lalu memposting amarahnya. Dia sempat menghina warga Yogja dalam statusnya tersebut. Perkataannya yang tidak pantas kemudian menuai kecaman mulai dari demo, dipolisikan, dipanggil pihak UGM untuk klarifikasi hingga diteror. (tiyo)

Foto: Istimewa

  • suwiryo

    Mana SOLIDARITAS BATAK? Kalau saya, tentu saya akan sangat terhina dengan sikap warga jogya dan kepolisian