Tuesday, 25 September 2018

Koalisi Merah Putih Akan Jadi Penyeimbang Pemerintahan Jokowi-JK

Selasa, 2 September 2014 — 13:58 WIB
sbymerah

JAKARTA (Pos Kota) – Duet pasangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo-Jusuf Kalla akan menghadapi tantangan serius di pemerintahannya mendatang. Sebab koalisi Merah Putih sudah bulat menjadi kekuatan penyeimbang di parlemen.

Kebulatan tekad untuk menjadi penyeimbang di parlemen disepakati dalam pertemuan di kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Puri Cikeas, Jakarta, Selasa (2/9).

Meskipun dalam pertemuan tersebut tidak dihadiri Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra dan Ketua Umum Partai Partai Golkar Aburzal Bakrie, karena sedang di luar negeri. Namun tidak mempengaruhi kesepakatan untuk menjadi penyeimbang.

Kekuatan untuk menjadi penyeimbang disampaikan, Ketua Harian PD Syarief Hassan, PD memastikan tidak akan bergabung dengan koalisi Jokowi-JK. Partai ini, bersama Koalisi Merah Putih, akan menjadi penyeimbang di luar pemerintahan mendatang.

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa menyatakan,  tujuan kita jelas untuk pembangunan ke depan yang terbaik bagi bangsa, kita harus menjadi satu kekuatan penyeimbang dengan begitu akan ada kontrol juga.

“Sejauh ini yang disampaikan SBY kita bersama-sama mengimbangi kekuatan ke depan di parlemen. Saya kira tidak ada perubahan. Koalisi Merah Putih plus Demokrat. Kita ingin mengawal arah pembangunan ke depan,” tutur Hatta.

Sedangkan SBY dalam keterangannya mengatakan, Jokowi-JK memenangkan Pilpres 2014 dengan perolehan suara tertentu sekian puluh juta.

“Tapi jangan dilupakan bahwa pasangan Prabowo-Hatta juga memiliki perolehan suara cukup tinggi. Jaraknya tidak terlalu jauh antara kedua pasangan,

“Saya bersyukur gembira dan sampaikan apresiasi, karena  koalisi Merah Putih telah menentukan sikap, dan mengakui hasil Pilprpes 2014,” tandas SBY.

Ia mengatakan jika pihak Prabowo dan Hatta melakukan jalan dengan membawa ke MK (Mahkamah Konstitusi) itu semua tetap dalam koridor demokrasi dan konstitusi.

SBY menambahkan dirinya mendengar ada  pikiran koalisi Merah Putih, termasuk yang disampaikan dalam pertemuan tadi agar terus aktif menjadi bagian mengawal pemrintahan.

“Istilah teman-teman, sebagai kekuatan penyeimbang. Dan Kalau itu menjadi bagian dari “check and balances”, dalam artian yang luas untuk pastikan baahwa kebijakan pemerintah berjalan ke arah yang benar, maka peran itu ditemukan. (Johara)

 

Teks : SBY sebagai Ketua Umum Partai Demokrat bertemu dengan perwakilan Koalisi Merah Putih di Cikeas, Bogor, Selasa (2/9) (rihadin)

  • didi

    ingat-ingat jika partai penyeimbang ini hanya sebagai alat untuk menghambatkerja presiden untuk pembangunan bangsa, jangan pilih partai-partai ini di pemilihan selanjutnya.

  • joko_edan

    mudah mudahan ngak seumur jagung presiden terpilih. capek rakyat nyoblos bro.