Sunday, 16 December 2018

YLKI Dukung Pemrov Ambil Alih Pengelolaan Air

Selasa, 2 September 2014 — 17:30 WIB
Air bersih. (ist)

Air bersih. (ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mendukung langkah Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang hendak meninjau ulang, bahkan mengambil alih pengelolaan air bersih dan air minum dari tangan PT Palyja dan Aetra.

Ketua Harian YLKI, Tulus Abadi, mengatakan itu di Jakarta, Selasa (2/9), sejak masuknya Palyja dan Aetra, pelayanan air minum untuk warga Jakarta, alih-alih membaik, justru lebih semrawut. Tidak hanya itu, kontrak pengelolaan sendiri lebih banyak merugikan Pemda Jakarta dan warga sendiri. Mereka,mitra asing yang dipercaya mengelola air, lebih banyak mementingkan keuntungan. Sehingga acapkali menaikan tarif seenaknya. Tulus pun mendukung bila Pemda DKI membeli saham Aetra dan Palyja.

“Kontrak Pemdi DKI Jakarta dengan mitra asing itu memang tidak adil sejak awal. Dan terbukti mitra asing tersebut¬† tidak mampu/atau gagal memenuhi janjinya. Sudah pantas kontrak tersebut
direvisi. Kalau perlu Pemda DKI melakukan buyback,” kata Tulus.

Bahkan, kata Tulus, sejak dikelola Aetra dan Palyja, permasalahan air bersih dan air minum di Jakarta, sama sekali tak ada bedanya. Mungkin bisa dikatakan lebih buruk. Privatisasi pun lebih
banyak mudharatnya. Warga sebagai konsumen selalu dikorbankan.

Sementara peningkatan pelayanan kepada warga nyaris tak ada peningkatan.

Pengamat Ekonomi dan Politik dari Universitas Tirtayasa Banten, Dahnil Anzar juga sependapat. Sebaiknya memang, Pemda DKI sendiri lewat perusahaan daerahnya yang langsung mengelola persoalan air minum di wilayahnya. “Saya kira terang kontrak dengan swasta terhadap layanan air yang menjadi kebutuhan dasar dan menguasai hajat hidup orang banyak tersebut merugikan publik Jakarta, selain secara ekonomi merugikan,” kata Dahnil. (johara/d)