Friday, 20 September 2019

Lima Berkas Korupsi di Kemenag Dilimpahkan ke Pengadilan

Kamis, 11 September 2014 — 23:39 WIB
si

JAKARTA (Pos Kota) – Setelah  mandek setahun lebih, akhirnya lima berkas tersangka kasus pengadaan alat laboratorium dan alat peraga di Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kementerian Agama (Kemenag) 2010 dilimpahkan ke pengadilan.

“Berkas mereka sudah dilimpahkan, beberapa waktu lalu. Saya tidak inget persis tanggalnya,” kata Kapuspenkum Tony Tribagus Spontana kepada wartwan di Kejaksaan Agung, Kamis (11/9) petang.

Menurut Tony, pelimpahan kelima berkas itu sebagai wujud dari komitmen pimpinan kejaksaan, untuk menuntaskan semua perkara dugaan korupsi. Namun tentu, yang sudah memiliki alat bukti sesuai ketentuan perundangan yang berlaku.

Dengan dilimpahkannya kelima berkas tersebut, maka  berkas tujuh tersangka sudah  dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Tingal berkas Zaenal Arief yang hingga kini masih dikaji
oleh Gedung Bundar, Kejaksaan Agung.

Sebelum itu, Kejagung sudah melimpahkan berkas dua tersangka atas nama Mantan Sesditjen Kementerian Agama Affandi Mochtar, Mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Firdaus Basuni dan tengah diadili di Pengadilan Tipikor Jakarta.  Mereka ditetapkan  tersangka sejak 29 November 2011.

Lima berkas perkara tersangka yang dilimpahkan ke pengadilan, adalah atas Unit Layanan Pengadaan (ULP) Rizal Royhan yang ditetapkan sebagai tersangka, 25 Pebruari 2013. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) bernama Saefuddin dan Konsultan Tekhnologi Informasi  PT Sean Hubert (pemenang lelang) Ida Bagus Mahendra Jaya Marta

Lalu,  Direktur Utama PT Alfindo Nuratama Perkasa Arifin Ahmad dan Staf PT Nurationdo Bangun Perkara Mauren Patricia Cicilia. Mereka ditetapkan sebaga tersangka sejak 27 Pebruari 2013.

Mereka semua tidak ditahan, meski diancam hukuman penjara selama 20 tahun sesuai UU Tipikor Nomor 31 tahun 1999 yang diubah dengan UU Nomor21/2000,.

MANDEK

Kasus ini sudah disidik sejak, 2012, Awalnya, Kemenag menender proyek penggadaan alat laboratorium IPA Madrasah Tsanawiyah sebesar Rp27,5miliar dan Aliyah sebesar Rp44 miliar.

Dari hasil tender, PT Alfindo dan PT Sean Hulbert Jaya dinyatakan sebagai pemenang lelang. PT Alfindo memenangkan lelang untuk proyek Tsanawiyah. Proyek di Aliyah dimenangkan PT Sean.

Dalam pelaksanaan, pemenang lelang tidak segera mengerjakan sesuai kontrak, namun malah diserahkan kepada pihak lain. Selain itu, proyek digelembungkan (mark up) berakibat terjadi kemahalan harga sampai 40
persen. Kerugian negara sekitar Rp25 miliar. (ahi)