Tuesday, 20 November 2018

Di Lamongan, Pabrik Gula Dioperasikan Tahun Depan

Jumat, 12 September 2014 — 13:26 WIB
azis-sub

SURABAYA(Pos Kota)-Pemerintah Kabupaten Lamongan Jawa Timur, melalui BAPPEDa setempat optimis pabrik gula dengan kapasitas produksi 10 ribu Ton Cane per Day (TCD) bisa dioperasikan pada tahun 2015 mendatang.

Menurut keterangan, Pabrik yang berlokasi di Kecamatan Ngimbang yang dibangun oleh investor dari Jakarta, PT Kebun Tebu Mas (KTM) itu kini sudah mencapai 40 persen pembangunanya. “Pembangunan pabrik sudah mencapai 40 persen, dan bulan juni pada tahun 2015 Insya Allah bisa dioperasikan, “Ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Lamongan, Drs. Aris Wibawa,MM, Jumat(12/9).

Dikatakan Aris, kini selain melakukan pembangunan pabrik, PT KTM juga masih melakukan pemerataan lahan dan pemasangan besi baja di lokasi pabrik. “kita berharap tidak ada kendala, sehingga pabrik yang diprediksi mampu menyerap ribuan tenaga kerja tersebut terwujud, “ujarnya seraya mengatakan kalau Pabrik Gula ini sudah operasi bisa menekan angka pengangguran di Lamongan.

Sementara Saldi, pengawas pembangunan dari PT KTM kepada wartawan mengaku hingga kini tidak ada kendala yang berarti dan optimis pembangunan sesuai rencana. “Hingga kini lancar-lancar saja dan saya yakin pertengahan tahun 2015 bisa dioperasikan, “ujarnya
Terkait sumber air untuk memenuhi kebutuhan industri, Saldi optimis dengan sumber air yang ada di Ngimbang. Disebutkan olehnya, terdapat sumber air bawah tanah dengan debit 20 liter per detik. “Meski sumber air bawah tanah cukup melimpah, namun hanya akan kami manfaatkan sebagin saja,supaya tidak mengganggu sumber air di sana, “ terangnya.

“Pembangunan pabrik gula di Lamongan ini adalah langkah awal menuju target swasembada tebu. Produksi gula nasional tidak pernah mencukupi tingkat konsumsi yang mencapi sekitar 5 juta ton setiap tahunnya. Dengan produksi gula nasional 2 hingga 2,9 juta ton, untuk kebutuhan konsumsi rumah tangga saja mencapai 2 juta ton dengan pertumbuhan 2,5 persen pertahun. Belum lagi untuk memenuhi kebuthan konsumsi industri yang mencapai 2 juta ton dengan pertumbuhan 12 persen dan kebutuhan UKM dan IKM yang mencapai 1 juta ton dengan pertumbuhan 9 persen, “ jelasnya.
(nurqomar/sir)