Monday, 15 July 2019

Stop Konflik, Stop Manufer Elite, Hemat Anggaran Negara !

Senin, 15 September 2014 — 1:28 WIB
Dms-15Sept

ARGUMEN paling menonjol dari penggagas mengembalikan Pilkada ke sidang DPRD adalah menghemat anggaran negara triliunan rupiah. Padahal ada cara hemat anggaran paling manjur : Stop konflik elite! Jangan ribut!Yang sudah kalah terima kalah, yang menang biarkan bekerja. Jangan ribut. Itu saja. Triliunan rupiah duit negara akan dihemat.

Mari awasi bersama-sama pemerintahan terpilih untuk bekerja. Musuh negara adalah korupsi, terorisme dan narkoba. Kita fokus ke sana saja. Perkuat KPK, Densus 88 dan BNN. Kalau ada pejabat ketangkap karena korupsi, kandangkan. Ada teroris, “Suka-bumi”-kan. Ada bandar narkoba hukum mati. Mau asalnya dari partai berkuasa, mau oposisi sama saja. Pelanggara hukum masuk bui.

Dms-15Sept-475

Tapi, jika manufer politik terus dilakukan, seperti sekarang, akal-akalan diutamakan, maka negara akan dirongrong konflik elit politisi tiada henti. Rakyat jadi korban. Rakyat cuma diatas-namakan. Dengan segala cara politisi akan mengganjal program pemerintah terpilih. Segala alasan dipaparkan. Dan makin lama makin ngawur.

Kalau menghemat anggaran tujuannya, lakukan yang paling ektrim. Cabut total subsidi BBM. Ada Rp. 300 Triliun yang bisa dihemat. Bukan hanya Rp.35 triliun dari wacana pemindahan Pilkada langsung menjadi Pilkada ala DPRD. Cabut subsidi kesehatan, subsidi pendidikan. Sekolah bayar sendiri, serahkan kepada pasar bebas. Triliunan rupiah duit negara bisa dihemat.

Tapi bukan tujuan itu kita bernegara. Negara dibangun untuk mensejahterakan rakyat. Mensubsidi rakyat yang tak mampu, meningkatkan pendidikan dan kesehatan, adalah tugas negara, sehingga ada kartu pintar dan kartu sehat untuk semua.

Pemilihan langsung para pemimpin, tidak lewat perwakilan adalah bagian dari proses pendidikan politik rakyat. Agar rakyat bertanggung-jawab atas pilihannya. Jika ada pemborosan dan penyimpangan, perbaiki. Bukan dihapus.

Udah deh. Rakyat sebenarnya sudah tahu, kok, motif di balik ini semua?!  Nggak usah tipu-tipu. Rakyat udah pintar. – dimas.