Sunday, 15 September 2019

Kabut Asap Makin Tebal di Sumbar Dan Riau

Kamis, 18 September 2014 — 12:55 WIB
ilustrasi

ilustrasi

PADANG (Pos Kota) – Bukan saja wilayah Sumatera Selatan, kabut asap tebal juga melanda wilayah Sumatera lainnya, yakni Sumatera Barat dan Provinsi Riau.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Padang, Budi Samiaji, Kamis (18/9) mengatakan, dari gambar satelit, arah angin dari selatan barat daya menuju utara, artinya dari arah Sumatera Selatan menuju Sumatera Barat, kemudian ke daerah Sumatera lainnya.

Di Bandar Internasional Minangkabau, jarak pandang masih normal yaitu 7.000 meter, meski idealnya 10.000 meter. Sedangkan di Kabupaten Sijunjung, jarak pandang di empat kecamatan mencapai 500 meter hingga 1.000 meter.

Begitu pula di seluruh daerah bagian selatan Sumatera Barat, karena itu  daerah selatan Sumbar sudah berstatus waspada kabut asap. Di Kota Padang sendiri, jarak pandang mencapai 2.500 meter.

Satelit Noah 718 mendeteksi sejak 1-17 September terdapat 20 titik panas di Sumatera Barat. Kabut asap ini merupakan kiriman dari Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Jambi akibat pembakaran lahan.

PAKAI MASKER DI RIAU

Sedangkan di Provinsi Riau beberapa hari ini juga diselimuti kabut asap tebal. Karena itu Dinas Kesehatan Riau meminta masyarakat menggunakan masker saat ke luar rumah.

Memburuknya kondisi udara Riau akibat kabut asap yang bersumber dari kebakaran hutan. Berdasarkan alat pengukur pencemaran udara, ISPU menunjukkan udara Riau sudah tidak sehat.

“Gunakan masker karena kondisi udara saat ini kurang baik,” imbau Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P4L) Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Andra, kemarin.

Penyakit yang ditimbulkan kabut asap akibat partikel ini paling rentan menyerang lansia dan anak-anak. Penyakit yang timbul karena asap di antaranya ISPA, iritasi mata, gangguan kulit, dan asma.
“Kalau tak perlu benar, kurangi aktifitas di luar rumah,” terangnya. (samosir/ds)

  • untung

    hujan buatan dan pemadaman api lewat udara kemana ya ?kemana tuh anggarannya ?nyangkut ?bunganya dibank masuk rekening siapa pula