Monday, 23 October 2017

Oknum Polisi Doyan Kawin Terdampar di Pengadilan

Kamis, 18 September 2014 — 5:19 WIB
DIA-18 Sept

POLISI itu resminya hanya boleh beristri satu. Jika sampai dua, itu namanya oknum. Dan oknum bernama Slamet, 31, ini kini diadili di PN Sleman, DIY. Kesalahannya tumpang tindih. Di samping memalsukan berbagai dokumen, juga telah membohongi institusi negara karena ngaku bujangan ternyata bininya sudah dua!

Sebuah hadits Nabi mengatakan, kawinilah perempuan yang banyak anak, karena aku bangga dengan umatku yang banyak di hari kiamat nanti. Hadits ini agaknya yang mendorong orang suka berpoligami. Sebab poligami itu sebetulnya perbuatan halal tapi hanya boleh dilakukan dalam kondisi darurat. Maksudnya, jika takut tak mampu berbuat adil pada istri-istrinya, lebih baik nikahi satu perempuan saja (surat Anisa ayat 3).

Rupanya Slamet oknum polisi yang tinggal di Perum Griya Citra Ringin Mas Babadan Purwomartani Kalasan Sleman, sangat terobsesi dengan hadits tersebut, tapi salah penerapan. Punya istri satu saja belum, sudah membayangkan pengin punya dua istri sekaligus. Padahal sebagai polisi, institusinya melarang keras anggota bayangkara negara berpoligami.

Karenanya, meski dalam taraf pacaran, dia sudah berani mengencani dua kekasihnya sekaligus. Mereka sudah diperlakukan bak istri yang resmi, digauli kapan saja sepanjang dia menginginkan. Paling ironis, baik Ida, 26, maupun Ranti, 23, sama sekali tidak tahu bahwa Slamet ini lelaki perjaka tingting dalam arti suka “tingkrang-tingkring” ke sana kemari.

Dari permainan haram itu, tahu-tahu Ida hamil 5 bulan. Pusinglah Slamet dibuatnya. Sebab dalam aturan Polri, untuk menikah harus izin komandan dan itu tak bisa langsung terbit. Padahal perut Ida tak bisa menunggu lama. Ketimbang keburu anak lahir, Slamet nekad cari KTP palsu, dan dengan KTP abal-abal itulah dia berhasil menikahi Ida. Status pekerjaannya bukan lagi anggota polisi, tapi karyawan swasta.

Karena pengin punya anak yang banyak, meski sudah beristri Ida dia tak juga meninggalkan Ranti. Keduanya tetap diperlakukan bak istri-istri resmi dan terus digauli. Dan mungkin karena lebih sreg dengan Ranti, gadis inilah yang dinikah dengan izin atasan. Artinya, dapat tunjangan ini itu sebagaimana lazimnya istri polisi.

Sepandai-pandai membungkus bangkai, lama-lama ketahuan juga. Itu pula yang terjadi. Maka Ida sangat marah demi tahu suaminya punya istri lagi. Dan makin tambah cemburu, istri kedua didaftarkan ke Polri, sedangkan dirinya hanya istri pegawai swasta. Tak terima dengan diskriminasi ini, Ida pun melapor ke polisi sekaligus tempat kerja suami. Kini Slamet tengah diadili di PN Sleman.

Jika masih ridla, istri boleh tetap dua, tapi pecatan polisi. (KR/Gunarso TS)

  • Idhu Geni

    nggragasyy…..