Friday, 16 November 2018

Dibebaskan, Enam Pemuda Iran yang Bikin Video ‘Happy’

Minggu, 21 September 2014 — 16:32 WIB
Iran Happy Song-n

TEHERAN – Enam anak muda Iran – dua di antaranya perempuan – yang ditangkap dan dipenjarakan lantaran  tampil dalam video clip lagu Happy, menerima hukuman percobaan untuk tiga tahun ke depan, kata pengacara mereka, Jumat (19/9) lalu.

Iran Happy Song-330

Jika dalam tiga tahun ke depan, mereka melakukan tindakan yang sama, maka mereka akan dipenjara.

Kasus video klip Happy versi Iran  – dari lagu musisi Amerika Pharrell Williams – menarik perhatian internasional setelah mereka yang terlibat sebagai “artis” dan pembuat video klip itu ditahan pada bulan Mei atas tindakan mereka – yang menurut ulama garis keras negeri Mullah ini dianggap – “tidak senonoh”.

Iran Happy Song

Video itu menunjukkan pria dan wanita, tidak ada satu pun yang memakai jilbab – hal yang wajib di negeri ini –  menari bersama dalam kacamata hitam di atap dan lorong-lorong di Teheran .

Hukum di Republik Islam melarang wanita menari di depan umum atau muncul di luar tanpa menutupi rambutnya dengan jilbab.

Ini Linknya: http://www.youtube.com/watch?v=tg5qdIxVcz8

Pengacara Farshid Rofugaran mengatakan tujuh orang yang terlibat dan ditangkap telah dibebaskan dan menerima penangguhan hukuman enam bulan penjara dan masing-masing 91 cambukan.

Dia mengatakan hukuman penjara yang ditangguhkan adalah hukuman untuk aksi mereka dalam video klip yang dianggap mengabaikan norma-norma Islam.

Kalimat “ditangguhkan” berarti bahwa putusan terhadap terdakwa tidak akan dilakukan kecuali mereka melakukan kejahatan dan ditemukan bersalah dalam tiga tahun ke depan.

“Klien saya terlibat dalam video klip itu dan tindakan mereka bertentangan dengan persyaratan agama tetapi bukan kejahatan yang layak menerima hukuman. Doa adalah kewajiban dalam agama Islam tapi tidak ada yang mendapat hukuman penjara untuk mereka tidak derdoa,” katanya kepada wartawan kantor berita The Associated Press Jumat.

Penangkapan anak-anak muda Iran yang tengah menyanyi pada Mei lalu, mengundang kecaman dunia . Penyanyi pemilik lagu, Pharrell Williams sendiri menyampaikan keprihatinannya, lewat Twitter “luar biasa sedih anak-anak ini ditangkap karena mencoba menyebarkan kebahagiaan.”

MENYAKITI KECUIAN PUBLIK

Kepala Polisi Iran, Hossein Sajedinia, menyebut video musik itu merupakan “klip vulgar” yang “menyakiti kesucian publik” dan mendesak kaum muda Iran untuk menghindari tindakan seperti itu.

Kalangan garis keras di Iran telah menuduh presiden moderat Hassan Rouhani gagal menghentikan penyebaran apa yang mereka anggap “dekadensi” budaya Barat di Iran.

Berkali kali mereka turun ke jalan, Teheran memprotes para perempuan yang tidak cukup terselubung dan berpakaian provokatif.

Sementara presiden Rouhani menerapkan kebijakan keterbukaan sosial dan budaya, sedangkan kaum garis keras mengatakan pemerintah harus keras pada orang-orang yang menantang tafsiran  yang ketat dari norma-norma Islam.

Mereka menuduh Rouhani menunjukkan kelonggaran dan terlalu banyak toleransi terhadap orang-orang yang mempertanyakan kesucian Islam atau wanita. – dms