Thursday, 20 September 2018

Alibaba Pecahkan Rekor Penjualan Saham Perdana

Selasa, 23 September 2014 — 11:39 WIB
alibaba jack-ma

NEW YORK – Raksasa internet Tiongkok, Alibaba, memgumpulkan US$25 miliar lewat penjualan saham perdananya atau IPO, dan merupakan nilai terbesar sepanjang sejarah IPO.

Jack Ma Alibaba IPO

Pendiri Alibaba, Jack Ma (tengah), menyaksikan penjualan perdana saham perusahaannya. – Reuters

Hari Jumat (19/09), permintaan dari para investor mengangkat harga saham Alibaba menjadi US$92,70 atau naik 38% dari harga awal.

Nilai yang dikumpulkan Alibaba lewat IPO lebih tinggi dari penjualan saham perdana Tiongkok Agricultur Bank pada tahun 2010 sebesar US$22,1 miliar – setara dengan Rp.265,2 Triliun (Kurs Rp.12.000).

Namun dalam perdagangan awal saat pasar buka di Bursa Wall Street New York, Amerika Serikat, Senin 22 September, harga saham Alibaba turun 4% menjadi US$90,04.

Dalam penjualan perdana Jumat, jumlah saham Alibaba yang terjual dalam menit-menit pertama memecahkan rekor yang dicapai Twitter sebelumnya.

Saat ini nilai total Alibaba diperkirakan mencapai US$223 miliar (Rp. 2.676 Triliun), lebih tinggi dari Facebook, Amazon, dan eBay.

Alibaba, yang menguasai 80% pangsa pasar penjual ritel online di Tiongkok, menangani transaksi lebih banyak dibanding gabungan Amazon dan eBay.

Didirikan 15 tahun lalu oleh Jack Ma, seorang mantan guru, Alibaba antara lain membantu menghubungkan para eksportir di Tiongkok dengan perusahaan di sekitar 190 negara di seluruh dunia.

Alibaba disebut-sebut sebagai perusahaan yang ambisius. Jack Ma memilii visi agar perusahaan e-commerce bisa bersaing dengan Google, Facebook dan Amazon.com sejak awal.

Pada tahun 2014, Alibaba sudah membelanjakan lebih daeri USD4 miliar untuk menangkap peluang dari bisnis online drug services, print media, supermarket, departement store dan logistik.

Usai IPO, perusahaan ini akan mengantongi dana miliaran dolar AS yang bisa digunakan sebagai modal untuk ekspansi- bbc/d