Monday, 19 November 2018

Perajin Tahu Dibelit Sepi, Anak Tiri “Digiling” Juga

Jumat, 26 September 2014 — 6:30 WIB
inidia

Perajin Tahu Dibelit Sepi, Anak Tiri “Digiling” Juga

KESEPIAN atau dasarnya nggragas? Sudah punya istri, Mulyono, 38,  masih mengincar juga anak tirinya. Maka sejak Rasinem, 23, berusia ABG, sudah ditelateninya. Di kala ibunya ngorok, perajin tahu ini “menggiling” anak tirinya di kamar lain. Tapi saat terungkap, Mulyono masih berdalih: ah cuma pegang-pegang kok!

Hati-hati bagi janda punya anak perempuan yang masih berinisiatif kawin lagi. Di banyak kejadian, ayah tiri sering menjadi predator rumahtangga. Sama emaknya mau, tapi dengan anak tiri doyan juga. Memang tak semua lelaki begitu. Tapi dari banyaknya kasus serupa, janda yang hendak menikah lagi ada baiknya meningkatkan kewaspadaan nasional. Jangan sampai hanya karena memuaskan diri sendiri, anak kandung menjadi korban. Itu kan sama saja: ibu korban perasaan, anak korban peranakan!

Mulyono warga  Kranggan Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo (Jateng), ternyata juga masuk barisan predator keluarga. Ketika menikahi janda Kemisih, 40, sekitar 10 tahun lalu, perajin tempe ini masih nampak alim dan jadi bapak teladan. Dia begitu sayang pada Rasinem bawaan istrinya. Prinsipnya waktu itu, sayang sama ibunya harus sayang pula sama anaknya.

Bagus itu, kan? Apanya yang bagus, karena setelah jenuh dengan istrinya yang memang lebih tua darinya, Mulyono mulai berubah haluan.  Rasinem yang dalam usia ABG mulai nampak melek berisi, mulai dilirak-lirik. Akhirnya, di kala istrinya masih ngorok senggar-senggur, di kamar lain perajin tahu itu berhasil “nggiling” si anak tiri kali pertama. “Aja omong-omong mbokmu lho ya (jangan bilang-bilang sama ibumu lho),” pesan Mulyono setelah menyelesaikan hajatnya.

Begitulah yang terjadi, sampai Rasinem jadi gadis dewasa, terus dibegituin kapan saja ayah tiri berkehendak. Jika gadis itu menolak, pastilah dia mengancam: yang ibunya mau dicerailah, yang mau dibunuhlah, yang tak akan dibiayai sekolahnyalah. Karena Rasinem benar-benar dalam kondisi terpojok, akhirnya dia tak pernah bisa menolak dijadikan santapan ayah tirinya.

Rasinem baru merasa aman setelah dapat pekerjaan di Jakarta. Tapi sebaliknya Mulyono, merasa kehilangan “mainan” mengasyikkan begitu lama, jadi kangen melulu. Berulangkali dia minta anak tirinya itu pulang ke Purworejo. Tapi tak digubris. Mungkin kesal tak bisa lagi menyalurkan aspirasi urusan bawahnya, dia kembali mengancam sebagai senjata pamungkas.

Saban-saban diteror ayah tiri, beberapa hari lalu Rasinem kembali ke kampung. Tapi bukan untuk menyerahkan tubuh demi ayah tiri, justru melaporkannya pada polisi Polsek Butuh. Dia pun bercerita bla bla bla tentang kelakuan Mulyono. Berdasarkan laporan tersebut, perajin tahu itu akhirnya ditangkap dan diperiksa. Hasil pemeriksaan lewat visum, ternyata kegadisan Rasinem memang sudah lama wasalam…….

Paling kaget multidimensi adalah Kemisih. Dia kaget karena suaminya yang nampak alim begitu kok ditangkap polisi. Dia kaget juga karena baru tahu bahwa anak semata wayangnya selama ini dijadikan “menu” tambahan sang suami. Awalnya juga tidak percaya. Tapi setelah ditunjukkan bukti-bukti hasil visum, Kemisih hanya bisa mengumpat, “Oo lha krocok nguwong temenan (sungguh terkutuk).”

Namun demikian dalam pemeriksaan Mulyono tetap berkelit bahwa tidak pernah menggauli anak tirinya. Jika terjadi pencabulan itu, paling-paling ya hanya pegang-pegang doang. “Estu kok niki (benar kok ini),” katanya memberi jaminan.

Berani sumpah muhabalah? (KR/Gunarso TS)

  • Idhu Geni

    lanang kliwat nggragasy…..

  • rengga irawan

    ikan kok dianggurin….sikat aja bleh

  • joko_tua

    rasinem fisiknya kategori wongso subali(wonge ra sepira susune sa bal poli), jadi bikin pusing arus bawah mulyono aja. dan mulyono model cowok suka narkotis alias sukanya naruh koentci gratis……….. he3x.