Saturday, 20 October 2018

APBD 2015 Dipatok Rp 80 Triliun

Pemprov DKI Genjot Penerimaan Pajak Kendaraan

Selasa, 30 September 2014 — 6:29 WIB
iluspem

JAKARTA (Pos Kota) –APBD DKI Jakarta tahun 2015 dipatok Rp80 triliun. Memenuhi target tersebut, Pemprov akan menggenjot pendapatan pajak kenderaan   melalui PKB dan BBNKB.

Kedua jenis pajak itu memang menjadi andalan pemprov untuk membiayai pembangunan pada tahun 2015 mendatang. “Masih primadona,” tegas Wakil Gubernur Ahok, Senin (29/9).

Meski, demikian, kata Ahok, pendapatan dari pajak lain tetap harus ditingkatkan, seperti pajak hotel, restoran, hiburan, pajak reklame, PBB dan lainnya.

RINCIAN

Seperti diketahui, tahun 2015 Ahok mematok APBD Rp80 triliun, naik dibanding tahun 2014 sebesar  Rp72,9 triliun.  Rinciannya:

•    Dari pajak kendaraan bermotor (PKB) ditargetkan Rp5,1 triliun

•    Bea balik nama kendaraan bermotor (BBN-KB) Rp6,4 triliun.

•    Hotel Rp1,4 triliun

•    Restoran Rp2 triliun

•    Hiburan Rp500 miliar

•    Reklame Rp2,5 triliun

•    PBB Rp6,5 triliun

•    BPHTB Rp5 triliun

•    Pajak rokok Rp400 miliar dan lainnya.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) tersebut difokuskan menuntaskan program pemberantasan banjir, kemacetan,  pendidikan dan kesehatan. (john)

  • Mangap

    Pajak rokok dan hiburan masih terlalu kecil. Itu yang harus ditingkatkan. Sekaligus untuk mengurangi dampak negatif nya

  • Ade Bageur

    mobil baru lsg naik tanpa dilihat jumlah kepemilikan ,sedang mobil /motor tua jangan dihitung kecuali mobil 2/motor mewah /cc besar,bbn malah hrs turun spy org 2 terangsang membalik namakan kendaraannya

    • Ade Bageur

      anggota hewan terhormat saja memakai nama supir utk mobil 2nya