Monday, 24 September 2018

Pengrajin Tahu Tempe Minta Harga Kedelai Murah

Selasa, 30 September 2014 — 14:55 WIB
tempe1

KALIDERES (Pos Kota) – Pengrajin tahu dan tempe di Semanan, Kalideres, Jakarta Barat (Jakbar) berharap harga kedelai bisa tetap stabil dan murah. Selama ini mereka dipusingkan dengan situasi harga yang naik turun.

“Kalau  harga kedelai tidak pernah stabil,  kami jadi kebingungan untuk melempar harga tahu dan tempe di pasaran,” kata  Asep, 58,   pengrajin tahu tempe  Semanan, Selasa (30/9).

Dikatakan guna  memproduksi tahu-tempe, dirinya terpaksa benar-benar mengencangkan ikat pinggang. Hal ini agar usaha yang telah digeluti puluhan  tahun tetap bertahan.

“Sekarang harga kedelai  Rp850.000/  kwintal. Untuk bikin tahu menghabiskan 3 karung besar dan tempe menghabiskan 4 karung besar. Jadi harus pandai-pandai mengatur keuangan,” ujar Asep. Pengrajin tahu tempe berharap kepada pemerintahan baru nantinya dapat menstabilkan harga kedelai, sehingga pengrajin tidak terombang-ambing.

Ketua PRIMKOPTI Jakarta Barat, Soeharto juga  berharap pemerintahan Jokowi dapat mengatasi berbagai keluhan para pengrajin tahu-tempe. “Intinya para pengrajin diberikan ketenangan dalam berusaha, jangan diombang-ambingkan dengan harga yang tidak menentu. Kalo bisa harga lebih murah lagi,” katanya. (tarta/yo)

Teks foto: Satu pengrajin tahu dan tempe Semanan. (tarta)

  • Mangap

    Kalau kedelai murah, kasihan petani kedelainya