Tuesday, 17 September 2019

Kementerian PU Revitalisasi 12 Kebun Raya di Indonesia

Rabu, 1 Oktober 2014 — 14:59 WIB
Kebun Raya Bogor

Kebun Raya Bogor

JAKARTA (Pos Kota)-Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Tata Ruang akan merevitalisasi 12 kebun raya yang ada di Indonesia sepanjang 2015-2019. Dana yang dibutuhkan untuk merealisasikan maksud tersebut diperkirakan mencapai Rp 1,24 triliun.

“Pembangunan kebun raya antara laain ditujukan untuk memenuhi kewajiban 30 persen ruang terbuka hijau (RTH) seperti diamanatkan UU nomor 26/2007 tentang Penataan Ruang,” kata Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto didampingi Dirjen Tata Ruang Basuki Hadimulyono dan Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia Megawati Soekarnoputri saat pencanangan revitalisasi kebun raya di Indonesia, di Cibodas, Kabupaten Cianjur, kemarin.

Menurut Djoko, dalam rangka perwujudan kebun raya tersebut, kementerian PU telah memberikan dukungan baik yang bersifat software, seperti penyusunan masterplan dan detail engineering design, dan hardware, yaitu pembangunan infrastruktur pendukung.

Adapun 12 kebun raya dimaksud terdiri dari tujuh hutan kota yang sedang dalam tahap perencanaan dan pelaksanaan. Yaitu, Kebun Raya Jompie, Kota Parepare (Sulawesi Selatan), Kebun Raya Liwa, Kabupaten Lampung Barat. Kemudian Kebun Raya Batam, Kebun Raya Balikpapan, Kebun Raya Baturaden, Kebun Raya Banua, dan Kebun Raya Kendari. Sisanya, kebun raya dalam tahap pengelolaan. Yakni, Kebun Raya Bogor, Cibinong Science Center& Botanic Garden, Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Eka Karya (Bali), dan Kebun Raya Purwodadi.

Penetapan ini menunjukkan perhatian dan keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga keberadaan kebun raya, bukan hanya untuk beberapa tahun ke depan, tetapi sesungguhnya hingga ratusan tahun yang akan datang, sekaligus sebagai langkah antisipatif terhadap tekanan urbanisasi.

Sementara itu Ketua Yayasan Kebun Raya Indonesia Megawati Soekarnoputri mengaku gembira adanya pencanangan ini. Sebab selama 10 tahun terakhir perhatian terhadap keberadaan kebun raya di Indonesia sangat minim.

Bahkan tanaman lokal Indonesia diakuinya banyak yang dicuri negara lain. Contohnya, tumbuhan Kantong Semar di Belanda dibuat mini kemudian hak patennya mereka yang miliki.

“Untuk mencuri tanaman asli Indonesia saat ini sangat mudah. Hanya dengan mengambil bagian kecil tanaman tersebut kemudian dilakukan pembiakan dengan teknologi kultur jaringan sudah bisa,” katanya.

Karena itu dia berharap para peneliti di Indonesia segera mempatenkan penemuannya jika hasil karyanya tidak ingin dicuri negara lain. (faisal/yo)