Wednesday, 26 September 2018

340 Ribu Pekerja di Perkebunan Sawit Terancam Menganggur

Jumat, 3 Oktober 2014 — 21:42 WIB
Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Investasi perkebunan kelapa sawit senilai Rp 136 triliun akan  kolaps sehingga 340.000 pekerja  terancam menganggur, jika   pemerintah tidak  segera merevisi aturan tentang gambut yang pembahasannya tidak melibatkan dunia usaha.

Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono mengungkapkan, pemaksaan aturan tersebut juga akan menggagalkan rencana ekspansi perkebunan kelapa sawit senilai Rp 240 triliun yang berpotensi menciptakan lapangan kerja bagi 400.000 pekerja langsung dan 300.000 petani plasma.

Hal tersebut disampaikan dalam Dialog Publik tentang “Dampak Regulasi Gambut terhadap Kelestarian Investasi Kelapa Sawit Lestari” yang diselenggarakan Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI)Jakarta, Jumat (3/10).

Diskusi ini menghadirkan juga pakar kebijakan publik Universitas Indonesia Nuzul Achjar dan pakar gambut Institut Pertanian Bogor Basuki Sumawinata.

“Dampak dari aturan gambut ini bukan hanya perusahaan perkebunan kelapa sawit, tetapi petani rakyat juga. Pemerintah seharusnya memikirkan dampak sosial dan ekonomi sebelum mengeluarkan aturan yang sangat kaku ini,” kata Joko.

Saat ini Indonesia memiliki 7 persen dari 385 juta hektar luas  lahan gambut di seluruh dunia.

Joko mengatakan, implementasi Peraturan Pemerintah tentang Pengelolaan dan Perlindungan Ekosistem Gambut akan membuat investasi perkebunan kelapa sawit seluas 1,7 juta hektar di lahan gambut kolaps.

Indonesia memproduksi 26 juta ton minyak sawit yang menghasilkan devisa ekspor senilai 21,2 miliar dollar AS tahun 2013. Investasi kelapa sawit dan hutan tanaman industri terancam kolaps begitu regulasi tentang gambut berlaku.(Tri)