Monday, 19 August 2019

Kemarau, Kebakaran Ancam Jakarta

Senin, 6 Oktober 2014 — 17:52 WIB
Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang menghanguskan puluhan rumah di Tanah Merah. (wandi)

Petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api yang menghanguskan puluhan rumah di Tanah Merah. (wandi)

PENJARINGAN (Pos Kota) – Musim kemarau yang melanda Jakarta, mengakibatkan peristiwa kebakaran terus mengancam warga. Buktinya dalam sehari dua musibah kebakaran terjadi di Jakarta Utara yakni di Muara Angke, Penjaringan, da Tanah Merah, Koja, Jakarta Utara. Dari dua peristiwa itu tidak ada korban jiwa maupun luka, namun akibatnya kerugian ratusan juga rupiah.

Belum diketahui pasti penyebab terjadinya kebakaran yang menghanguskan 2 Blok pengolahan ikan, di Muara Angke, Penjaringan dan pemukiman padat penduduk di Tanah Merah, Koja, Jakarta Utara tersebut.

Dugaan sementara api berasal dari hububgan arus pendek listrik dari salah satu bangunan di lokasi yang terbakar tersebut.Pada saat musim kemarau seperti ini korsleting listrik bakan sering terjadi karena panas membuat arus listrik di  kabel yang tidak sesuai standar mudah terbakar. Untuk itu diimbau warga memeriksa jaringan kabel listrik di rumah terutama yang sudha berusia lama.

Musibah terjadi di komplek Pengolahan Hasil Perikanan Tradsional (PHPT) Muara Angke, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (6/10). Sebanyak Tak ayal sebanyak 29 unit bangunan pengolahan ikan yang ada dilokasi blok B dan C ludes hangus dilalap sijago merah.

Belum diketahui secara pasti asal api, dugaan sementara sumber api berasal dari unit nomer 8 di blok B, komplek PHPT sekitar pukul 14.15. Dalam waktu singkat api langsung merembet kesejumlah material yang mudah terbakar.

Afandi,60, saksi mata mengatakan api terlihat sekitar pukul 14.30 dari salah unit bangunan di blok B yang merupakan warung kelontong. Dalam waktu singkat kobaran api langsung membesar.

”Awalnya kami berusaha memadamkan dengan peralatan seadanya. Namun, kobaran api semakin besar dan membakar kayu yang ada di sekitarnya,” kata Afandi, sambil menambahkan sebanyak 21 mobil pemadaman diterjunkan dan kobaran api berhasil dipadamkan.

Kepala Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan DKI Darjamuni mengatakan, yang terbakar adalah tempat pengolahan ikan di bawah pengelolaan UP Pengelola Kawasan Pelabuhan perikanan dan Pangkalan Pendaratam Ikan Muara Angke. Dari data yang dimiliki, 29 unit bangunan yang terdapat di 2 blok ludes terbakar.

“Kita sudah melaporkan kejadian ini langsung kepada Wakil Gubernur. Untuk kerugian yang diakibatkan masih kita data,” tandasnya.

Sebelumnya musibah kebakaran juga terjadi di kawasan padat penduduk Tanah Merah Koja yang terletak di belakang Depo Pertamina Plumpang . Walaupun tidak sampai menyebabkan korban jiwa maupun luka berat, puluhan rumah di RT 05, 06 dan RT 07/10 Kelurahan Rawabadak Selatan ludes terbakar.

Lurah Rawabadak Selatan, Sutardjo, mengatakan selain puluhan rumah terbakar, ada beberapa rumah lain yang turut dihancurkan agar api tidak meluas. Akan tetapi, dirinya belum bisa menyimpulkan secara pasti berapa jumlahnya.

“Saat ini kita masih mendata yang menjadi korban. Yang penting kita dirikan posko dahulu untuk meninvetarisasi dan lakukan penangan tanggap darurat,” tandasnya. (wandi)

  • Mangap

    Jl PHPT banyak disana. Perlu diberi nomor agar jelas