Monday, 24 September 2018

Petani Tak Menikmati Hasil Panen Garam

Rabu, 8 Oktober 2014 — 14:08 WIB
Petani memasukkan garam yang akan dijual ke pasar. (taryani)

Petani memasukkan garam yang akan dijual ke pasar. (taryani)

INDRAMAYU (Pos Kota) – Panen garam pada musim kemarau disambut perasaan miris kalangan petani. Ribuan petani kecewa karena harga garam di tingkat tengkulak turun terus.

“Kalau harga garam turun terus, sementara harga beras dan sembako lainnya naik terus,” kata Armin, 42 warga Blok Cilet, Desa Karanganyar, Kecamatan Kandanghaur, Indramayu, Jabar, Rabu (8/10).

Masyarakat Blok Cilet dari dahulu dikenal sebagai sentra penghasil garam rakyat. Setiap tahun, memasuki musim kemarau, petani garam setempat ramai-ramai membuat persemaian garam.

Tahun ini kebetulan cuacanya kata petani garamĀ  sangat baik. Matahari bersinar sepanjang 2 bulan terakhir ini. Membuat petani garam mengalami panen besar.

Hanya yang menjadi masalah klasik, kata dia, pada saat panen raya garam, petani kurang menikmati harga yang layak. Harga garam di tingkat petani semula Rp450 per Kg turun Rp400 per kg sekarang turun lagi Rp350 per kg. (taryani/yo)