Friday, 22 June 2018

‘Bom’ di Balaikota Bikin Heboh

Selasa, 14 Oktober 2014 — 13:19 WIB
Gedung Balaikota DKI

Gedung Balaikota DKI

Jakarta (Pos Kota) – Kalangan DPRD DKI Jakarta menilai Biro Umum tidak mampu mengelola pengamanan Balaikota. Seharusnya, petugas dilatih mengantisipasi berbagai hal.

“Jangan sampai, belum apa apa sudah gaduh,” kata M.Sanusi, anggota DPRD DKI Jakarta, kemarin.

Hal tersebut disampaikan dengan ditemukan benda yang diduga bom di Balaikota, Senin (13/10) malam. Selain tidak ada latihan khusus bagi tenaga pengamanan, CCTV di Balaikota juga masih kurang, hanya ada 12 unit dan sebagian besar tidak aktif.

BALON GAS

Kepala Biro Umum Provinsi DKI Jakarta, Agustino Darmawan, mengatakan batu bata yang diduga bom itu, yang digunakan saat acara ‘Jakarta Goes Pink’ bagian dari kampanye deteksi dini terhadap kanker payudara, Minggu (12/10).

Acara dihadiri Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi, dan Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YAI) DKI Jakarta, Veronica Tan, istri Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

“Di acara itu ada pelepasan balon gas. Balon gas kan kalau tidak ditahan akan terbang, jadi ditahan pakai batu bata. Pada saat dirapikan ternyata ada batu bata yang tertinggal,” jelasnya.

Seperti diberitakan, batu bata tersebut sempat menghebohkan Balaikota karena diduga bom. Sebab batu bata tersebut dibungkus pakai kertas aluminiumvoil. (john/ak)