Monday, 26 August 2019

KPK Panggil Pejabat Sumsel Terkait Dugaan Korupsi Wisma Atlet

Kamis, 16 Oktober 2014 — 10:58 WIB
Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan untuk Kepala UPTD PIP2B Dinas PU Cipta Karya Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Aminuddin, sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Wisma Atlet dan Gedung Serbaguna Pemprov. Sumsel Tahun 2010-2011, Kamis (16/10).

“Aminuddin akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RA,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, saat dikonfirmasi, Kamis (16/10).

Priharsa mengaku tidak mengetahui soal materi pemeriksaan. Namun menurutnya keterangan Aminuddin diperlukan oleh penyidik. “Untuk mengkonfirmasi dalam rangka pengembangan penyidikan,” ujarnya.

RA, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PU BM) ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK dalam kasus ini, Senin (29/9). Juru Bicara KPK, Johan Budi menjelaskan, penetapan RA berkaitan dengan statusnya selaku Ketua Komite Pembangunan Wisma Atlet.

“Dalam pengembangan lidik (penyelidikan) dugaan tipikor (tindak pidana korupsi) pembangunan Wisma Atlet, Jakabaring, Palembang dan Gedung Serbaguna Pemprov Sumsel, 2010-2011, penyidik telah menemukan bukti permulaan yang cukup yang kemudian disimpulkan bahwa diduga terjadi tipikor.

Atas kesimpulan itu, penyidik menetapkan RA selaku Ketua Komite Pembangunan Wisma Atlet (sebagai tersangka),” kata Johan saat jumpa pers di kantor KPK, Senin (29/9) sore.

Menurut Johan, dugaan kerugian negara yang ditimbulkan akibat perbuatan RA  dari kedua proyek tersebut mencapai Rp25 miliar. “Atas perbuatannya itu, tersangka RA dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 ayat 1,” imbuhnya.

(yulian/sir)