Sunday, 21 July 2019

Sepekan Bea Cukai Soekarno-Hatta Bekuk Delapan Penyelundup Sabu

Jumat, 17 Oktober 2014 — 18:08 WIB
Delapan tersangka penyelundup sabu

Delapan tersangka penyelundup sabu

TANGERANG (Pos Kota) – Petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta kembali menggagalkan upaya penyelundupan sabu-sabu ke Indonesia. Seberat 9,5 Kg sabu senilai Rp 12 miliar disita dari 8 orang tersangka yang telah diamankan petugas.

“Dalam sepekan di awal bulan Oktober, ada lima kasus upaya penyelundupan sabuyang berhasil kami gagalkan bersama pihak kepolisian dan BNN,” kata Kepala Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta, Okto Irianto, Jumat (17/10) siang.

Dari delapan orang yang ditangkap, seorang diantaranya  wanita. Sedangkan dua lainnya mahasiswa perguruan tinggi swasta. Kedua mahasiswa tersebut nekat memesan sabu-sabu dari Mexico melalui situs www.agoradrugs.com.

Mereka yang tertangkap yakni berinisial CJ,39, WA,44, kedua WN Taiwan itu nekat membawa 4,3 Kg gram sabu yang diselipkan dibadan (Body strapping). Sedangkan  wanita asal Indonesia berinisial N ditangkap bersama AC, teman prianya dari Nigeria. Keduanya ditangkap  setelah menelurusi paket pengiriman sabu seberat 4,9 Kg yang dikirim dari China.

Selain itu, petugas juga  menggagalkan penyelundupan sabu melalui paket pengiriman barang. Terungkap seorang pria berinisial RE,31 asal Solo dibekuk bersama 148 gram sabu-sabu. Sedangkan dua orang mahasiswa berinisial IF,25, dan DB,25, nekat memesan sabu-sabu yang dipesannya dari Mexico.

“Mereka kami tangkap dari tanggal 1 hingga 7 Oktober lalu. Para tersangka berhasil kami tangkap setelah bekerja sama dengan pihak kepolisian dan BNN,” kata Okto Irianto.

Kasat Reskrim Narkoba Polres Bandara Soekarno Hatta, Kompol Guntur M Thariq, menuturkan, pihaknya berhasil menelusuri paket pengiriman barang berisi sabu-sabu yang disembunyikan melalui alat pembersih karang gigi. IF dan DB ditangkap petugas di dalam rumahnya di daerah Bintaro, Kota Tangerang Selatan.

Kedua mahasiswa tingkat akhir itu, kata Guntur, memesan 30 gram sabu-sabu melalui situs internet. Mereka membeli barang haram tersebut seharga Rp 15 juta dengan menggunakan bitcoin.

“Mereka sempat Chatting dengan operator situs dan menanyakan cara pengiriman barang. Disana mereka menjawab bahwa keamanan di Indonesia tidak seketat di Thailand,” kata Guntur.

Ternyata sistem keamanan di Bandara Soekarno Hatta lebih ketat dari yang diduga sebelumnya. Baru pertama kalinya sabu-sabu yang dikirimnya ke Indonesia berhasil digagalkan petugas Bea dan Cukai Bandara Soekarno Hatta yang mencurigai paket barang asal Mexico tersebut.

“Berkat kejelian petugas, paket-paket pengiriman barang tersebut berhasil digagalkan,” ungkap Guntur. (imam)