Wednesday, 21 November 2018

Kakek Nenek Terperangkap Asmara di Parkiran Mesjid

Sabtu, 18 Oktober 2014 — 8:55 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

USIA boleh menua, tapi soal asmara kakek-nenek ini tak mau mengendor. Paling gila, Rokimin, 69, melakukannya bersama Ny. Raisah, 43, justru di parkiran mesjid. Maka ketika ketahuan, kakek dan nenek yang kelewat genit ini harus siap dicambuk. Di Banda Aceh jangan main-main!

Pak Domo almarhum pernah bilang, kaum lelaki itu meski sudah tua, selalu merasa muda. Bahkan ketika disoal pun akan berkelit, “Puser ke atas 60- tahun. Tetapi puser ke bawah masih 17 tahun.” Maka benar kata orang-orang tua dulu bahwa gejala umum kakek jompo selalu mengangguk-angguk, itu artinya masih doyan. Sebaliknya wanita, akan selalu geleng kepala karena merasa sudah ogah.

Ditilik dari usianya, jelas Rokimin sudah kakek-kakek, rambutnya pun juga sudah lama meninggalkan dunia hitam. Tapi dalam soal asmara, jangan ditanya, semangatnya masih menggebu-gebu. Sayangnya di rumah “pihak yang berwajib” sudah tidak mau melayani, sehingga Rokimin nekad mencari solusi menurut seleranya sendiri.

Dalam berburu WIL, kakek dari Setui Banda Aceh ini kemudian kenal dengan Ny. Raisah yang berpenampilan sangat STNK. Setelah lirak-lirik sekian lama, akhirnya keduanya pun membentuk koalisi bersama. Ternyata visi dan misi mereka sama. Bila Rokimin tak terlayani di rumah, suami Raisah sebaliknya, sudah tidak mampu lagi melaksanakan kewajiban sebagai suami karena penyakit kencing manis.

Dengan menggunakan Kijang Kapsul, kakek Rokimin beberapa kali membawa gendakanya jalan-jalan. Lalu di sebuah penginapan, koalisi itu dilanjutkan dengan eksekusi. Kedua-duanya merasa terpuaskan, karena telah berhasil menemukan “sesuatu” yang selama ini sudah hilang dari kehidupan keluarganya.

Tetapi sebagai kakek genit, Rokimin bermain secara jorok. Bila sedang kebelet, bukan di tempat spesifik pun jadi. Maksudnya, di jok mobil yang dikendarainya selama ini, bukan masalah. Padahal sebagai warga Banda Aceh, tentunya Rokimin tahu persis apa resikonya. Atau mungkin dia  merasa berpantat wajan, sehingga dicambuk pun siapa takut.

Dan kejorokan itu membawa tulah. Beberapa malam lalu pas di parkiran mesjid Baitul Musyahadah, keduanya pun melepaskan hajat di dalam mobil. Nah, saat mobil itu kemudian bergoyang-goyang secara heboh, dicurigai oleh Satpam yang berjaga di kantor bank. Begitu diintip, nampak dua anak manusia sedang hubungan intim bak suami istri.

Pintu pun digedor-gedor, dan keduanya dipaksa keluar. Begitu Rokimin – Raisah keluar, Satpam itu pun terkejut lagi, karena pasangan cowoknya ternyata sudah udzur. “Ingat umur dan cucu di rumah kek……,” sindir Satpam bank itu, sementara Rokimin menggumam, “Cucu sih ingat, tapi “ponakan” tak mau diajak kompromi.

Skandal Rokimin – Raisah lalu diserahkan ke Satpol PP Banda Aceh. Dalam pemeriksaan keduaya mengaku sudah 3 kali hubungan intim di mobil. Dan gara-gara ulahnya melanggar Qanun Syariat ini keduanya terancam hukuman cambuk depan umum sebanyak 9 kali.

Rudi Hartono saja hanya mampu 8 kali, tapi di All England lho. (JPNN/Gunarso TS)