Saturday, 17 November 2018

Tangani Kecelakaan Lalulintas

Satwil Lantas Jakarta Timur Bangun Pos TAC

Selasa, 21 Oktober 2014 — 17:07 WIB
Pos Traffic Accident Centre yang dibangun Satwilantas Jakarta Timur (ifand)

Pos Traffic Accident Centre yang dibangun Satwilantas Jakarta Timur (ifand)

JATINEGARA (Pos Kota) – Supaya cepat tanggap menangani kecelakaan lalulintas, Satuan Wilayah Lantas Jakarta Timur, membentuk Pos TAC (Traffic Accident Centre). Dengan melibatkan lima instansi terkait, pos tersebut dinilai dapat memberikan kemudahan dalamĀ  penanganan awal dan penyelidikan kasus kecekalaan.

Kelima instansi yang terlibat seperti Satwil Lantas Jakarta Timur, Sudin Perhubungan Jakarta Timur, Sudin PU Jalan Jakarta Timur, RS UKI dan PT Jasaraharja, dinilai dapat dengan mudah menangani setiap kejadian kecelakaan yang ada.

Kanit Lakalantas Satwil Jakarta Timur, AKP Robiin mengatakan, pembuatan Pos TACĀ  disiapkan dalam menyamakan masalah titik yang menjadi tempat kecelakaan. Pasalnya, kelima instansi ini saling terlibat antara satu sama lain. “Angka kecelakaan saat ini terus meningkat, namun dari setiap kejadian ada saja permasalahan yang muncul,” katanya, Selasa (21/10).

Menurutnya, dengan adanya Pos Traffic Accident Centre, jika penyebabnya jalan rusak maka Sudin atau Dinas PU harus bertindak mengatasinya. Kemudian rumah sakit segera menangani korban kecelakaan lalulintas. Begitu juga dengan pihak jasa raharja yang bertugas klaim asuransi. “Kalau dinas perhubungan yang memiliki CCTV, yang berguna untuk proses penyelidikan,” ungkapnya.

Dikatakan Robiin, pihaknya sangat berharap keterlibatan rumah sakit lain untuk penanganan korban kecelakaan yang terjadi selama ini. Pasalnya, setiap terjadinya kecelakaan baru RS UKI saja yang mau bekerja sama. “Padahal di Jakarta Timur terdapat lebih dari 10 rumah sakit pemerintah maupun swasta. Seharusnya rumah sakit lain turut peduli ketika ada kecelakaan,” ujarnya.

Dipaparkan Robiin, dibuatkannya pos tersebut juga untuk mengurangi angka kecelakaan selama ini. Pasalnya, berdasarkan data Satwil Lantas Jakarta Timur, sejak Januari hingga September 2014, angka kecelakaan di Jakarta Timur sebanyak 531 kasus dengan korban sebanyak 604. “Akibat dari kejadian ini, 74 korban tewas, 161 luka berat dan 369 luka ringan. Kecelakaan ini juga menimbulkan kerugian materi sebesar Rp2,317 miliar,” paparnya. (Ifand)