Saturday, 18 August 2018

Perlintasan Tanpa Plang Pintu di Lampung Utara

Mobil Terios Tertabrak KA, 4 Guru SMKN Tewas

Jumat, 24 Oktober 2014 — 16:19 WIB
Foto-Perlintasan rel tanpa palang pintu.(dok/yogi)

Foto-Perlintasan rel tanpa palang pintu.(dok/yogi)

LAMPUNG (Pos Kota) -Mobil rombongan Guru SMK jenis Terios warna silver BE-2670-JF, tertabrak Kereta Rangkaian Diesel (KRD) AC Way Umpu, tujuan Kotabumi-Bandarlampung, di perlintasan rel kereta api tanpa palang pintu, di jalan Pangeran Jinul, Rejosari, Kotabumi, Lampung Utara, Jumat (24/10) sekitar pukul 10.45 WIB.

Empat penumpang mobil tewas dan tiga mengalami luka-luka dan dibawa unit lakalantas ke Rumah Sakit Umum Ryacudu, Lampung Utara.

Sopir mobil yakni, Nurmawati ,50, warga Kebon Empat, Kotabumi, tewas di lokasi. Sedangkan tiga penumpang mobil yakni, Ermayuni ,50, warga Candimas, Kotabumi, dan Juwariah ,52, warga Sribasuki, Kotabumi tewas saat perjalanan ke rumah sakit.

Sedangkan, Setriyanti ,31, Warga Pelangi, Kelurahan Gapura, Kotabumi, Lampung Utara, meninggal dunia setelah dirujuk ke Rumah Sakit Urip Sumoharjo, Bandarlampung.

Sementara tiga korban yang mengalami luka yakni, Syamsiah ,34, warga jalan Punai Indah, Kotabumi, Wahdaniah ,43, dan Rita Amelia Agustina ,32, warga Desa Tanjung Harapan, Kotabumi, kini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Ryacudu Lampung Utara.

Kabid Humas Polda Lampung, AKBP. Sulistyaningsih menjelaskan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi mata, mobil yang di sopiri oleh korban Hj Nurma melaju dari arah Tugu Payan Mas, tepat saat melewati perlintasan, di jalan Pangera Jinul, Rejosari, Kotabumi, mobil tersebut tertabrak kereta api, teseret sekitar 15 meter jauhnya.

Penyebab terjadinya kecelakaan itu masih diselidiki petugas, namun dari keterangan Masinis Kereta Api (KA) bernama Satiman, bahwa dirinya sudah membunyikan klakson (tanda) peringatan kereta melintas, namun tak diindahkan pengemudi mobil tersebut.

Dari identitasnya ketujuh korban bekerja sebagai Guru SMK 1 Kotabumi, Lampung Utara. Empat diantaranya telah meninggal dunia, dan tiga masih di rawat di Rumah Sakit Umum Ryacudu. “Untuk sementara waktu baru data itu yang berhasil dihimpun petugas,”ungkap Sulistyaningsih.

(koesma/sir)